Home Berita Berita Dunia Hina warga dan Presiden Kenya dengan sebutan monyet, waga Tiongkok diringkus

Hina warga dan Presiden Kenya dengan sebutan monyet, waga Tiongkok diringkus

143
0
Hina warga dan Presiden Kenya dengan sebutan monyet, waga Tiongkok diringkus

Baru-baru ini, kepolisian Kenya menangkap seorang warga negara Tiongkok atas tuduhan melakukan penghinaan terhadap Presiden Uhuru Kenyatta.

Tak hanya menghina sang presiden, dalam video yang beredar di media sosial, pria yang diketahui bernama Liu Jiaqi juga menyebut warga Kenya dengan hinaan yang sama.

Diberitakan AFP, Jumat (7/9/2018), pria yang disebut sebagai pengusaha itu diringkus setelah videonya beredar dan viral di media sosial.

“Izin kerjanya dibatalkan dan akan dideportasi terkait rasisme,” demikian bunyi pernyataan Departemen Imigrasi Kenya.

Dalam video rasis berdurasi sekitar 2,5 menit, warga Tiongkok itu mengeluarkan hinaan berbau rasisme. Bahkan dalam video itu, ia juga terlihat bertengkar dengan seorang pegawai.

“Semuanya (warga Kenya) seperti monyet, presidennya juga, semuanya,” kata Liu Jiaqi.

“Saya tidak cocok di sini, saya tidak suka berada di sini. Saya tak suka berbicara dengan mereka, baunya tidak enak, bodoh, miskin, dan hitam,” masih kata Liu.

Tidak diketahui bisnis apa yang ditekuni Liu di Kenya. Namun kata Liu, dirinya berada di Kenya karena ‘uang itu penting’.

Jelas saja publik Kenya marah dengan hinaan berbau rasis. Mereka meminta Liu diadili di Kenya, bukan malan dideportasi.

Sementara itu, juru bicara Kedutaan Besar China di Nairobi, Zhang Gang mengungkapkan bahwa video warga Tiongkok sebut warga dan Presiden Kenya monyet itu direkam pada bulan Juni silam.

“Ia sudah dihukum oleh perusahaan dan meminta maaf kepada koleganya. Apa yang disampaikan pria itu, tidak mewakili ucapan keseluruhan warga Cina,” ujar Zhang.

Kepada warga Cina, Zhang pun mengimbau agar warga Cina memberikan kontribusi positif demi persahabatan kedua negara.

Kejadian serupa pernah terjadi di awal tahun 2018. Kabarnya, warga Kenya yang bekerja pada proyek jalur kereta yang dibangun Cina mendapat tindakan berbau rasisme dan diskriminasi dari staf dan warga Cina.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here