Portal berita di Indonesia.

Mahasiswa kedokteran sekaligus Ketua BEM jadi pelaku pembuangan bayi di Padang

Anak yang dibuang itu merupakan hasil hubungan gelap dengan seorang perempuan

Kasus pembuangan bayi perbatasan Kota Padang-Kabuaten Padang Pariaman sempat menggegerkan warga sekitar. Namun, kasus tersebut sempat menjadi misteri karena pelakunya tak kunjung ditemukan.

Berkat usaha ekstra pihak kepolisian, pelaku pembuangan bayi di Padang akhirnya berhasil diamankan.

Pelaku rupanya pria bernama Dani Putra Amerta (25), seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) salah satu universitas negeri di Padang.

Dani yang merupakan warga Pasir Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat itu ternyata menjabat sebagai Ketua BEM di universitas negeri tersebut.

Kasus penemuan bayi di Padang itu sempat mandeg lantaran pelaku tak jua berhasil diendus keberadaannya.

Adapun bayi yang dibuang mahasiswa kedokteran di Padang itu ditemukan warga dalam tumpukan kardus mi instan tak jauh dari klinik bersalin di jalan lintas Padang-Bukittinggi, Kec. Batang Anai, Kab. Padang Pariaman.

“Pelaku sudah kita amankan beberapa waktu lalu,” terang Kapolres Padang Pariaman AKBP Rizki Nugroho, Selasa (10/7) malam.

Saat hendak diamankan, Dani sempat mengelak kalau dirinya yang menjadi pelaku pembuangan bayi di Padang. Namun dari hasil pengumpulan bahan keterangan dan penyelidikan, pelaku dalam kasus itu mengarah kepada Dani.

“Sempat terjadi perdebatan dengan pelaku, namun akhirnya pelaku mengakui bahwa dirinya yang menyimpan bayi itu dalam kardus,” kata Rizki.

Meski Dani ditetapkan sebagai tersangka, wanita bernama Nia Dwi Anggraini (23) yang mengandung anak hasil hubungan haram dengan Dani tak ditahan.

“Pihak perempuan tidak tahu bahwa bayi yang diserahkan kepada pelaku akan dibuang,” ucap Rizki.

Sebelumnya, warga sempat digegerkan dengan adanya bayi yang ditemukan di dekat klinik bersalin. Bayi berjenis kelamin laki-laki itu masih merah lengkap dengan tali ari-ari saat ditemukan.

Saksi mata bernama Yuli mengatakan dirinya melihat ada yang bergerak dan bersuara dari dalam kardus. “Saya pikir ular, ternyata bayi,” kata Yuli.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.