Meninggalkan Shalat Jum’at Menjadi Kafir?

Benarkah orang yang meninggalkan shalat Jum’at telah keluar dari agama islam, alias murtad?

Shalat jum’at adalah sebuah kewajiban bagi umat Islam, khususnya laki-laki yang sudah dewasa.

Mari kita tinjau hadis-hadis yang menerangkan bahayanya meninggalkan shalat jum’at, apalagi sampai tiga kali berturut-turut atau dengan dalam keadaan sadar disengaja meninggalkannya.

Barangsiapa meninggalkan shalat jum’at tiga kali tanpa udzur dan tanpa sebab (yang syar’i) maka Allah akan mengunci mata hatinya. Hadist, (HR Malik).

Barangsiapa meninggalkan shalat jum’at tiga kali karena meremehkannya maka Allah akan mengunci mata hatinya. Hadist, (HR at-Tirmidzi).

Memperhatikan hadis-hadis tersebut tentang meninggalkan ibadah shalat jum’at, disini kita temukan bahwa tidak ada nash yang jelas yang menunjukkan batalnya keimanan seseorang.

Adapun yang menyatakan “kafir” bila meninggalkan Shalat Jum’at 3 kali berturut-turut yaitu Ibnu ‘Abbas r.a. yang merupakan sahabat dekat Rasulullah S.A.W.

“Barang siapa meninggalkan tiga kali shalat Jum’at berturut-turut, sungguh dia telah mencampakkan Islam ke belakang punggungnya (kafir).” (HR Abu Ya’la, dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahiih at-Targhiib No. 732).

Tidak ada bukti-bukti empiris yang menunjukkan bahwa dia memperlakukan orang yang meninggalkan tiga kali shalat Jum’at berturut-turut sebagai orang yang telah murtad.

Penggunaan bahasa kiasan
“telah mencampakkan Islam ke belakang punggungnya”.

Penggunaan Bahasa Kiasan Menunjukkan bahwa “kafir” yang dimaksudkan itu bukan dalam dataran hukum, melainkan pendidikan. Itu untuk menekankan kerasnya larangan meninggalkan shalat Jumat.

Wallahu a’lam bish-shawab