Penjualan Opak Khas Sumedang Menurun Drastis Menjelang Lebaran

Turunnya Omset Penjualan Opak akibat Covid-19 Foto : Muhamad Rizal/detik.com

 

Jika di tahun-tahun sebelumnya, opak khas Sumedang menjadi buruan banyak orang menjelang lebaran, kali ini perajin opak mengeluhkan penjualannya yang mengalami penurunan drastis imbas Covid-19.

 

Dikutip dari laman detik.com (22/5/2020), biasanya opak yang merupakan makanan khas Sunda ini menjadi cemilan yang banyak diminati orang-orang. Opak yang banyak dihidangkan sebagai makanan ringan di hari menjelang lebaran ini, selain harganya yang relatif murah rasanya pun juga tidak kalah enak dengan cemilan lainnya.

 

Perajin opak asal Desa Gudang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat bernama Atikah (67), mengaku jika penjualan opak tahun ini dinilai menurun drastis hingga 80 persen dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

 

“Penjualan opak menurun drastis, pada tahun lalu penjualan bisa habis 13 kuintal sekarang cuman habis 5 kuintal,” kata Atikah.

 

Bahkan untuk saat ini, dirinya hanya mengandalkan para pembeli yang datang ke rumah dan untuk pemesanan opak sendiri hanya melalui via telepon saja.

 

“Saat ini penjualan opak melalui telepon aja, terus mereka pada datang kesini pembelinya. Karena mereka udah pada tahu,” ucapnya.

 

Dalam pengakuannya, Atikah mengatakan jika untuk harga opak tidak mengalami kenaikan. Meskipun untuk saat ini penjualannya sedang mengalami kemerosotan.

 

“Perbijinya opak dijual dengan harga Rp 750 rupiah, jika sepaknya itu di hargai Rp 15 ribu rupiah,” ucap Atikah sambil tersenyum.

 

Atikah menyebutkan jika dalam kondisi seperti saat ini, proses pembuatan opak ini tidak mengalami kendala sama sekali bahkan untuk bahan baku pembuatan opak sendiri tidak ada kesulitan sama sekali.

 

“Untuk bahan baku tidak berkendala cuman modal tapi ibu ga ada modal juga tetap jalan ngambil aja dari pasar pada ngasih,” katanya.

 

Atikah berharap pandemi dari wabah Covid-19 ini dapat segera berakhir agar tidak menghambat usaha dan perekonomian kecil seperti dirinya.

 

“Harapannya semoga cepat selesai corona nya jadi supaya lebih baik lagi, dan kembali normal,” jelasnya.