Polisi Amankan Buronan Penggelapan Kendaraan Bermotor Antarnegara di Posko Covid-19

Ilustrasi Foto : ©2020 Merdeka.com

 

Dikutip dari laman Merdeka.com (3/6/2020), pihak kepolisian akhirnya berhasil mengamankan buronan kasus penggelapan kendaraan bermotor antar negara bernama Paulus Yoseph Loe alias Paulus alias Botak (34) di posko Covid-19 Desa Polen, Kecamatan Polen, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

 

Diketahui bahwa sejak bulan April lalu, Paulus ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) Polres Malaka. Ia merupakan warga Dusun Webora, Desa Alas, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka yang saat itu sedang menumpang sebuah mobil pikap dari Kabupaten Malaka ke Kota Kupang.

 

Di waktu yang sama, saat itu Brigpol Theorangga Rohi, anggota Subdit III/Jatanras, Dit Reskrimum Polda Nusa Tenggara Timur sedang melakukan perjalanan dari Atambua, Kabupaten Belu ke Kota Kupang dan tiba-tiba saja mengenali wajah Paulus yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai DPO oleh pihak kepolisian.

 

“Begitu ada pemeriksaan di posko Covid-19, saya kenali Paulus yang juga DPO dan saya langsung amankan dibantu petugas di Posko Covid-19 Kecamatan Polen,” ujarnya.

 

Sambil menunggu kedatangan anggota Jatanras Polda Nusa Tenggara, Paulus sempat diamankan dan dititipkan di sel Polsek Polen, Polres Timor Tengah Selatan, untuk nantinya diserahkan ke Polsek Malaka.

 

Paulus ditangkap pihak kepolisian sesuai dengan surat nomor DPO/01/IV/2020/Reskrim tanggal 27 April 2020 yang ditandatangani kasat Reskrim Polres Malaka, Iptu Yusuf, SH, dan juga laporan polisi nomor LP/B/12/IV/2020/Polres Malaka tanggal 16 April 2020.

 

Bahkan sejak ditetapkan sebagai tersangka, Paulus sudah dua kali mangkir dan mengabaikan panggilan penyidik Sat Reskrim Polres Malaka. Bahkan, pihak Polres Malaka telah mengeluarkan surat dan menetapkan Paulus dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 27 April 2020.

 

Pencarian Paulus bahkan sempat dilakukan pihak penyidik Sat Reskrim Polres Malaka ssebanyak dua kali di tempat tinggalnya di Desa Alas, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka dan juga telah menghubungi anggota keluarga namun tak kunjung mendapatkan hasil.

 

Atas kasus penggelapan yang dilakukan Paulus, maka sesuai pasal 378 KUHP dan/atau pasal 372 KUHPidana juncto pasal 55 ayat (1) ke 1e KUHPidana, dirinya dikenai ancaman penjara di atas 4 tahun.