Larangan Kantong Plastik di DKI Jakarta Berlaku Hari Ini

Foto: ilustrasi sampah plastik (pixabay.com/RitaE)

Rancah.com –¬†Sampah plastik menjadi salah satu momok untuk tempat pembuangan sampah di Indonesia. Beberapa wilayah sudah mulai menerapkan pelarangan menggunakan kantong plastik atau kresek. Kini DKI Jakarta juga telah mulai melakukan pelarangan baik di swalayan hingga pasar rakyat. Pelarangan tersebut masuk dalam peraturan yang berlaku mulai hari ini.

Jangan lupa bawa kantong sendiri sebelum berbelanja. Dikutip dari Kompas (1/7/2020), pemerintah mengingatkan kepada warga DKI Jakarta untuk membawa kantong ramah lingkungan ketika berbelanja. Hal ini tak hanya berlaku di pasar swalayan tapi hingga pasar rakyat. Pelarangan ini masuk dalam peraturan yang tertera pada Peraturan Gubernur Nomor 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan pada Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan, dan Pasar Rakyat.

Dengan adanya peraturan tersebut pemerintah akan memberikan insentif pada pengelola yang melaksanakannya. Serta memberikan sanksi untuk pengelola yang melanggar.

Dikutip dari CNN Indonesia (1/7/2020), Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih mengatakan “Secara bertahap kita mulai dari pembatasan kantong plastik sekali pakai atau kresek,” keterangan tertulisnya, Selasa (30/6). Andono Warih menjelaskan bahwa kantong plastik menyumbang 34 persen dari jumlah sampah yang ada di DKI Jakarta.

Terkait pelarangan tersebut, Pemprov DKI Jakarta sudah melakukan sosialisasi. Dimana sosialisasi dilakukan 85 lokasi pusat perbelanjaan atau mall, 2.000 lebih toko swalayan dan 158 pasar rakyat. Tak hanya sosialisasi, Pemprov DKI Jakarta juga memberikan Surat Edaran Kepala Dinas Lingkungan Hidup tanggal 15 Juni 2020 tentang persiapan penerapan Pergub 142/2020 kepada Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI) dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO).

“Secara umum para pelaku usaha mendukung kebijakan ini, namun memang ada beberapa pelaku usaha yang meminta penerapan ini ditunda pelaksanaannya karena satu dan lain hal,” jelas Andono. “Kebijakan ini justru mengurangi cost pelaku usaha untuk menyiapkan kantong belanja sekali pakai dan konsumen dapat menggunakan kantong belanja ramah lingkungan yang dapat digunakan berulang kali,” sambungnya.