Pemprov Jawa Timur Terapkan Sistem Satu Pintu Terkait Covid-19

Foto: ilustrasi perlindungan covid-19 (pixabay.com/Mohamed Hassan)

Rancah.com – Pemprov Jawa Timur menyiapkan sistem khusus terkait Covid-19 terutama untuk hal kematian akibat terlambat rujuk atau kamar yang overload. Dikutip dari Liputan 6 (1/7/2020), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) dan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) II akan menerapkan one gate system atau sistem satu pintu untuk mengurangi angka kematian akibat telat dirujuk atau kamar overload.

“Ini menjadi bagian yang sangat penting, yakni pengintegrasian lewat one gate system. Kita berharap bahwa angka kasus Covid-19 yang muncul bisa kita mitigasi lebih komprehensif  agar tingkat  penyembuhan  makin tinggi.  Di saat yang sama, diharapkan angka kematian bisa kita turunkan semakin signifikan,” kata Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Selasa, 30 Juni 2020.

Cara kerja sistem ini adalah menginformasikan data rumah sakit yang masih terdapat bed untuk merawat pasien positif Covid-19. Dimana setiap rumah sakit rujukan wajib memiliki Person In Charge (PIC) untuk memberikan informasi yang terpusat pada command center di RS Darurat Jl. Indrapura.

“Di command center, akan tersaji data semua rumah sakit yang bisa menerima pasien. Jadi, jika ada pasien di RS yang akan dirujuk ke RS lainnya, command center akan menghubungkan kedua RS tersebut, lalu memastikan ketersediaan bed, dan mengarahkan pasien akan dirujuk kemana. Sehingga diharapkan pendistribusiannya lebih baik dan lebih cepat, sehingga tidak terjadi penumpukan,” tutur Panglima Kogabwilhan II, Marsdya TNI Imran Baidirus.

Selain persiapan dari rumah sakit rujukan, Polda Jatim juga telah menginstruksikan jajarannya untuk mengawal jika ada pelanggaran protokol kesehatan. Misalnya memaksa mengambil, membuka dan memakamkan jenazah pasien Covid-19.

“Kami sudah memerintahkan kepada para Kapolres, untuk menempatkan personilnya di RS rujukan selama satu kali dua puluh empat jam. Dan setelah rapat hari ini, kembali saya akan tekankan untuk pengamanan itu. Jadi, saya berharap para tenaga kesehatan bisa bekerja dengan tenang, kami yang nanti akan mengawal keamanannya,” kata Kapolda Jatim, Irjen Pol Mohammad Fadil Imran (30/6/2020).