Arti Kebahagiaan dari Beberapa Sudut Pandang

Arti KebahagiaanRancah.com – Kebahagiaan bisa dideskripsikan dari banyak sudut pandang. Banyak yang beranggapan kebahagiaan cukup di dapat dari hal yang sederhana.

Dari kata “ SEDERHANA” ini lah berbagai beban dan konflik batin mulai bermunculan.

Mengapa demikian??

Mari kita bahas mengenai arti kebahagiaan dari berbagai sudut pandang,,

  • (Dari kisah pengemis)

Di Indonesia sudah sangat lumrah dengan profesi yang satu ini, yaitu pengemis. Apalagi di kota-kota besar, banyak orang yang dengan “terpaksa” menjalani profesi ini. Mengapa saya bilang “terpaksa”?. Yaa…. Apalagi namanya kalau bukan terpaksa,  mereka  menjalani profesi ini  salah satu alasannya demi menyambung hidup, bahkan mereka mengesampingkan gengsi, mereka mengesampingkan aturan dari pemerintah.  Demi apa mereka sampai berani melakukan itu??… sudah pasti alasannya yaitu demi urusan perut. Tetapi dari sinilah kita bisa mengambil pelajaran, dari sudut pandang inilah arti kata “bahagia itu sederhana” tidak terealisasikan dengan sempurna. Mengapa demikian?

Mengesampingkan gengsi dan aturan pemerintah bukanlah hal yang seiring dan sejalan dengan hati dan fikiran mereka, akan tetapi mereka dengan terpaksa melakukan pekerjaan yang tidak seharusnya di lakukan demi mendapatkan pundi-pundi untuk menyambung hidup.

Dan pertanyaannya apakah dengan hidup sesederhana itu mereka bahagia??…. Tentu saja tidak, di dalam setiap kesederhanaan yang mereka jalani, ada perasaan ketakutan yang dirasakan.   Ketakutan tidak diterima oleh lingkungan, ketakutan tidak bisa menatap hari esok yang lebih baik, ketakutan memiliki anak-anak yang bermasa depan gelap seperti mereka, dan masih banyak ketakutan yang dirasakan.

Dari sudut pandang inilah arti kata “ Bahagia itu sederhana”  hanyalah sebuah kata-kata bualan belaka yang tidak memiliki makna.

  • (Memiliki kekuasaan dan harta)

Beda lagi halnya dengan orang-orang yang memiliki kekuasaan dan harta yang berlimpah. Banyak orang beranggapan bahwa mereka bahagia dengan apa yang mereka miliki. Tapi apakah kita pernah berfikir beban apa yang mereka tanggung selama ini, perasaan apa yang mereka pendam selama ini, tentu saja kita tidak pernah melihat dari sudut pandang itu, yang kita lihat hanya dari sudut pandang dari cover mereka saja, yang kita lihat hanyalah kekuasaan dan apa yang mereka miliki, semua hal yang bisa mereka dapatkan dengan harta yang dimiliki. Pandangan kita seakan ditutup oleh kedua pembatas itu. Cobalah kita lihat dari sudut pandang yang lain, misalkan dari limit waktu yang mereka miliki dengan orang –orang terdekat.  Seakan mereka beranggapan bisa hidup  sendiri tanpa di damping siapa pun demi mengejar sesuatu yang di anggap bisa membuat mereka bahagia.

kembali lagi “tidak semua kebahagiaan bisa di beli dengan uang”, yaa… pepatah itu sangat cocok untuk mereka. Demi mengejar popularitas dan kebahagiaan duniawi mereka rela mengabaikan orang tua, orang yang dicintai, mengabaikan teman-teman, bahkan mengabaikan Tuhan sekalipun.

Dan lagi pertanyaan nya apakah mereka bahagia dengan apa yang mereka capai ??…..

Sudah pasti jawabannya “TIDAK”. Mengapa bisa demikian ??… jelas saja perasaan kesepian selalu menghantui setiap langkah mereka,  meskipun mereka setiap hari bertemu klien bisnis, bertemu orang-orang penting, selalu berada dalam keramaian, tapi tetap saja jiwa dan raga mereka kesepian, mereka merasakan jiwa yang hampa, mereka merasakan kehilangan waktu untuk keluarga, dijauhi teman-teman, bahkan lebih parahnya mereka tidak memilik wadah untuk berkeluh kesah hanya sekedar menceritakan bagaimana lelahnya melewati hari-hari.

Dan lagi apakah arti kata “bahagia itu sederhana” ada dalam diri mereka?…

Tentu saja tidak, mereka tidak bisa membeli kebahagiaan dengan apa yang mereka miliki.

Jadi bisa disimpulkan arti kata “Bahagia itu sederhan” memang benar adanya,

Bagaiman kita bisa mendapatkan itu?…  salah satu caranya dengan rasa “BERSYUKUR”.  Bersyukur dengan apa yang kita dapatkan, bersyukur dengan apa yang kita miliki.

Dan tidak ada yang melarang untuk mengejar kebahagiaan duniawi, tapi apa yang kita ingin capai harus sesuai dengan porsi kemampuan kita, tidak berlebihan dan tidak beranggapan bahwa dunia bisa ditaklukan, tapi malah berimbas terhadap kebahagiaan  diri kita sendiri..

Jalani hidup dengan Bersyukur dan  dengan kemampuan yang kita miliki..

Mohon maaf apabila ada kesalahan kata dalam penulisan, dalam penyampaian, serta tidak bermaksud untuk menyinggung siapapun.