Menciptakan Penyakit di Tengah Penyakit

Sumber Foto : https://keepo.me/viral/selama-setahun-pria-ini-konsumsi-makanan-kadaluarsa/Rancah.com – Sejak mewabahnya virus corona atau NCoVID19 di Indonesia di awal bulan Maret 2020, menjadikan pemerintah mengambil kebijakan untuk mencegah penularan Virus corona ini dengan cara menetapkan kebijakan social distancing atau PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 9 Tahun 2020  tentang Pedoman PSBB dalam rangka menangani Virus Corona. Dalam kurun waktu itu, berbagai kegiatan dilakukan secara via daring atau komunikasi jarak jauh dan juga beberapa lingkup pekerja melakukan kegiatan WFH (Work From Home).

Sehingga kegiatan ini, memicu pola perilaku ekonomi masyarakat yang cenderung daya beli terhadap produk makanan instant dan ringan semakin berkurang, dan hal ini mengakibatkan beberapa oknum-oknum produsen kurang memperhatikan ketersedian barang-barang yang mereka jual. Bahkan dibeberapa toko mereka masih menjual produk yang sudah kadaluarsa dan juga sudah berdebu meskipun waktu kadaluarsanya masih lama.

Ini bisa menjadi alasan kita, mengapa harus mewanti-wanti saat ini untuk membeli dan mengonsumsi produk yang dijual di toko dan maupun warung yang ada disekitar kita, dengan melihat tanggal expired dan kondisi dari barang tersebut. Jangan sampai kita salah memilih produk dan terlalu acuh dalam mengkonsumsi produk-produk instant. Makanan yang kadaluarsa menggandung berbagai jenis bakteri yang dapat menyebabkan keracunan makanan. Karena dengan mengonsumsi barang yang sudah kadaluarsa dapat menyebabkan berbagai jenis penyakit dan bisa sangat berbahaya karena dapat memicu timbulnya penyakit yang menyebabkan gangguan ringan dan mungkin saja bisa menyebabkan gangguan yang berat tergantung pada bakteri apa yang terkandung di dalamnya.

Begitu pula dengan produk yang harus dicek kebersihannya, karena dengan produk yang sudah lama tidak terjual bisa menampung berbagai jenis bakteri yang terdapat dipermukaan produk melalui partikel-partikel debu yang kasat mata, hal ini juga dapat memicu timbulnya penyakit yang mengganggu kesehatan manusia seperti  bronkhitis kronis, asma, gangguan sirkulasi dan kanker yang tak sengaja partikel debu ini terhirup oleh hidung kita dan kemudian masuk ke dalam paru-paru dan aliran darah.

Bagi para oknum yang melakukan tindak kecurangan seperti itu dapat dijerat dan dilaporkan atas tindak pidana peredaran makanan dan minuman yang tidak memenuhi standar kesehatan yang termaktub dalam UU No. 23 Tahun 1992  pasal 80 ayat (4) a tentang sanksi hukum kesehatan. Kemudian dari itu, sebagai konsumen kita harus memilah-milah produk yang akan dibeli dan dikonsumsi untuk menghindarkan diri kita dari penyakit-penyakit terkait kurangnya sanitasi makanan akibat kecerobohan dari beberapa pihak yang tidak hanya dari penjual itu sendiri tetapi dari konsumen yang mengkonsumsi produk tersebut.