Ini Dia Kebiasaan Orang Cerdas yang Wajib Ditiru!

Kebiasaan Orang Cerdas
Sumber gambar : Jawaban Agraprana 

Mendapat pujian cerdas dari orang lain apalagi orang tersayang memang kebanggaan tersendiri,bukan?. Bahkan banyak diantara kita yang lebih memilih dipuji cerdas oleh pasangan daripada mendapat gombalan “ aku sayang kamu “ tiap malam,loh.

Orang cerdas tuh orang yang seperti apa,sih?

Jika mengulik dari utas panjang di twitter, maka orang cerdas adalah mereka yang pro dengan LGBTQ, kumpul kebo, tidak percaya agama, dan yang lain. Eh tapi tunggu, pengguna social media tersebut membuat cuitan tentang ciri – ciri orang cerdas atau tentang ciri – ciri liberal?

Salah satu ciri orang cerdas yang sangat melekat pada dirinya adalah selalu merasa bahwa dirinya bodoh. Mereka jarang sekali merasa superior. Ketika membaca sebuah buku, ia tak akan merasa paling cerdas atau paling pintar karena sudah membacanya. Tetapi mereka akan merasa semakin bodoh.

“ Kok aku baru tahu ya? Ternyata pengetahuan ku cetek juga. Ah aku masih bodoh nih, banyak hal yang belum aku tahu “

Apakah mereka sombong? Tentu tidak. Mereka rendah diri dengan ilmu, wawasan, pengetahuan. Ini kenapa mereka selalu merasa butuh untuk mempelajari  banyak hal tentang dunia ini. Bahkan mempelajari makhluk sekecil apapun itu. Ia tak pernah sombong.

Selain selalu merasa bodoh, salah satu ciri melekat yang lainnya adalah mereka selalu kepo. Kepo kali ini bukan kepo semacam;

“ Eh kok makin gendutan sih? “

“ Eh sekarang make hijab,ya? “

“ Kapan nikah? “

“ Kapan punya anak? “

“ Eh mukamu jerawatan, ya, sekarang? “

Bukan, bukan kepo yang seperti itu.  Melainkan kepo yang seperti ini;

“ Bagaimana ciri seorang gaslighter? “

“ Mengapa matahari terasa begitu panas? “

“ Mengapa manusia tidak bisa hidup di mars maupun venus? “

“ Mengapa H2SO4 bersifat korosif? “

“ Darimana Bill Gates mampu berteori bahwa corona hanyalah sebuah kospirasi? “

Iyap! Orang cerdas selalu kepo yang bermanfaat. Mereka selalu haus ilmu. Ketika ia mempelajari suatu hal maka mereka akan bertanya lebih dalam hal tersebut. Sehingga darisanalah timbul penemuan – penemuan yang baru. Penemuan yang tidak dipikirkan sebelumnya.

Inilah yang membedakan antara orang cerdas dengan orang yang biasa saja. Orang cerdas belum tentu pro dengan LGBTQ dan tidak beragama. Orang cerdas adalah mereka yang mampu berdiri pada dirinya sendiri tetapi tidak menolak hal – hal dari luar tetapi tetap selektif.

Apakah di Indonesia sudah ada banyak orang cerdas? Ada, banyak malah. Tetapi mengapa orang – orang cerdas tersebut tidak memunculkan batang hidungnya? Mengapa orang cerdas tidak memiliki jumlah followers atau subscribers terbanyak di Indonesia?

Jawabannya hanya satu. Orang cerdas tidak memenuhi kriteria dan syarat pasar di Indonesia. Mereka lebih suka kerja lembur bagai kuda di kantor daripada mendapat uang banyak dengan cara mempromosikan suatu produk yang mungkin bisa membahayakan orang lain. Mereka lebih suka memperbanyak duit dengan kerja sampai larut malam daripada membuat konten prank di youtube.

Adakah orang cerdas yang terkenal? Ada, banyak. Tetapi hanya saat saja popularitasnya dikenal. Dan butuh waktu terkenal lebih lama dibandingkan mereka – mereka yang bermodal muka.