Tahapan Menulis Sebuah Puisi

Picture by serikatnews.com

Puisi adalah karya sastra yang menurut saya paling artistik. Penulis bisa sepenuhnya berkreasi dalam genre ini. Tidak ada aturan yang rigit dalam genre ini. Penulis juga diberi kebebasan seluas-luasnya untuk bermain-main dengan kata.

Namun, kendati genre ini tidak ada aturan secara rigit. Kemampuan seorang penulis sangat menentukan karya yang dihasilnya. Kemampuan seorang penulis sangat menentukan apakah karya yang dihasilkan itu cemerlang atau tidak.

Mungkin, banyak orang bisa menulis puisi. Tapi, tidak semua karya yang dihasilkan dapat dinikmati. Karena itu, kememampuan seorang penulis, atau sastrawan sangat diuji dengan sastra genre ini.

Di sini, kita akan melihat beberapa kiat dalam menulis puisi. Beberapa kiat yang menurut saya penting untuk diperhatikan adalah menentukan tema, pemilihan diksi, pengolahan kata, kedalaman isu, membangun suasana, dan amanat.

Pertama, menentukan tema. Untuk menulis puisi, kita perlu menentukan tema. Intinya, apa tema puisi yang akan kita tulis. Tema bisa tentang apa saja. Tentang cinta, pendidikan, keluarga, ekonomi, politik, persoalan sosial, perjalanan, dan seterusnya.

Kedua, pemilihan diksi dan pengolahan kata. Dalam karya puisi, pemilihan kata sangat menentukan. Karena itu, pemilihan kata harus hati-hati. Tidak bisa sembarangan. Itu akan berpengaruh pada keindahan kalimat yang dibangun.

Pengolahan kata juga menentukan keindahan kalimat yang dihasilkan. Bahkan, keunikan karya puisi, salah satunya terletak pada pengolahan atau penyusunan kata. Itu akan menentukan tingkat keindahan karya yang dihasilkan.

Ketiga, kedalaman isu. Kedalaman isu juga mempengaruhi. Puisi bisa saja menyoal isu-isu umum yang mudah dipahami orang. Bisa juga menyoal isu yang sangat mendalam. Tapi harus dipastikan, bahwa amanat dari sastra tersebut harus tersampaikan.

Keempat, membangun suasana. Jadi, karya puisi harus mampu membawa pembaca pada suasana tertentu. Bagaimana pembaca hanyut dalam suasana yang dibangun oleh karya tersebut. Tidak ada trik khusus untuk ini. Penulis bebas saja bagaimana membangun suasana.

Kelima, amanat. Menurut saya, karya bergenre ini bukan hanya untuk kenikmatan sastrawi. Tapi juga harus ada amanat yang disampaikan pada pembaca. Jadi, puisi juga harus memat amanat. Apapun itu, yang penting bisa bermanfaat untuk pembaca.

Kemudian, untuk melatih ketajaman dan keindahan bahasa dalam sastra bergenre ini, seorang penulis harus berlatih. Karena menulis sastra adalah kemampuan praktikal. Jadi, harus banyak berlatih. Demikian kiat singkat ini. Semoga bermanfaat. []