Apa yang Membuat film Pendek ‘Tilik’ Bisa Menjadi Trending?

Rancah.com РFilm pendek berjudul Tilik, trending karena relate dengan kehidupan nyata ditambah lagi kekuatan masyarakat dalam bermedia sosial, serta para pemain yang menarik. Salah satu pemain yang menarik perhatian masyarakat yaitu Bu Tejo. Bu Tejo adalah thanos dalam ruang lingkup kecil masyarakat Jogja. Caranya mungkin salah, tetapi apa yang disampaikannya benar. Karakter Bu Tejo mewakili karakter ibu-ibu di desa yang senang bergosip,  selain Bu Tedjo ada Yu Ning yang juga menarik perhatian. Yu Ning adalah avanger pembela orang yang lemah dan tidak percaya dengan informasi di internet.

Beberapa adegan yang menarik perhatian yaitu :

  • Bu Tejo menggosipkan Dian

Dalam perjalanan di truk, Bu Tejo tak bisa menahan diri ketika ibu-ibu sudah membicarakan Dian. Dian adalah sosok kembang desa yang dikabarkan dekat dengan anak Bu Lurah. Bu Tejo pu langsung melemparkan tudingan bahwa Dian adalah perempuan nakal. Bahkan Bu Tejo menunjukkan foto Dian dari ponselnya.

Ibu-ibu pun terkejut, ada yang setuju dengan asumsi Bu Tejo, dan ada Yu Ning yang membela Dian. Bu Tejo merasa bangga bisa memberi informasi tentang Dian melalui media sosial.

“Makanya punya HP jangan cuma buat mejeng doang, tapi buat cari informasi gitu lho” ucap Bu Tejo.

  • Pembicaraan di depan masjid

Di tengah jalan, Bu Tejo tiba-tiba ingin buang air kecil. Gotrek sang supir¬† truk yang mengantarkan ibu- ibu pun memarkirkan truknya di depan masjid. setelah selesai ke toilet, Bu Tejo memberikan uang kepada Gotrek sebagai tanda terima kasih sekaligus menyiratkan agar Gotrek mendukung suaminya menjadi lurah. Saat Bu Tejo menyakinkan bahwa Bu Lurah sudah waktunya istirahat, Gotrek tiba-tiba mengusulkan nama Dian untuk menggantikan Bu Lurah. Sontak Bu Tejo dan beberapa ibu lain pun menolak usulan tersebut. Bahkan Bu Tri menceritakan bahwa Dian kerap menggoda suaminya. Tiba-tiba Yu Sam mengucapkan kalimat menggelitik dalam perbincangan itu ” Aku nggak khawatir suamiku naksir Dian. Orang suamiku udah enggak bisa attahiya” kata Yu Sam sambil memainkan jarinya.

  • Ibu-ibu serbu polisi

Truk Gotrek diberhentikan oleh seorang polisi karena ketahuan membawa penumpang. Saat polisi tersebut hendak membuat surat tilang, Bu Tejo berusaha menyelamatkan truk Gotrek

“Pak polisi kami itu mau jenguk Bu Lurah loh, pak! ini itu keadaannya darurat, tolonglah pak. Nuraninya itu lho, dipakai. Empatinya, pak Ya Allah. Apa mau tak telfonkan saudara saya yang polisi juga ? hah ? Bintangnya lima berjejer, berani nggak ?! Pokoknya pak polisi kami mau jenguk Bu Lurah! titik. Bapak kalau ngeyel saya gigit aja, ya!

Ucapan Bu Tejo itu pun membangkitkan amarah ibu-ibu lain dan langsung turun dari truk. Akhirnya pak polisi tidak jadi menilang Gotrek.