Latar Belakang Hari Kereta Api Nasional

Tepat hari ini tanggal 28 September 2020 merupakan di peringatinya “Hari Kereta Api Nasonal”. Setiap hari peringatan memiliki sejarah maupun filosofis tersendiri, tak terkecuali penetapan Hari Kereta Api Nasional ini.

Pada tanggal 28 September 1945, sekitar sebulan bangsa Indonesia memproklamasi kemerdekaanya, para pegawai  kereta api Indonesia mengambil alih Pusat Kereta Api Bandung dari tangan  kolonial-Jepang.

Seperti yang dilansir oleh tirto.id. Dimana Sejak tahun 1864 hingga 1942, Pemerintah Hindia-Belanda memegang kekuasaan atas perkeretaapian Indonesia. Dalam kisaran waktu tersebut, Pemerintah Hindia Belanda telah membangun rel kereta api yang terdapat di berbagai wilayah di Indonesia. Namun, pada tahun 1942, Pemerintah Hindia Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang. Maka dari itu, Jepang akhirnya mengambil alih perkeretaapian Indonesia. Jepang pun mengubah nama perkeretaapian Indonesia menjadi “Dinas Kereta Api”, yang orang Jepang sendiri menamakannya “Rikuyu Sokyuku”.

Pada masa kekuasaan Jepang membangun jalur kereta api yang salah satunya lintas saketis Bayah dan Muaro-Pekanbaru. Jalur ini dibuat untuk kepentingan pengangkutan tambang batu bara.

Pada tanggal 17 Agustus 1945 bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya, dengan begitu, bangsa Indonesia mulai mengambil alih beberapa kekuasaan Pemerintah Jepang di berbagai kantor maupun aset, salah satunya perkeretaapian Indonesia.

Selanjutnya, pengambilalihan tersebut berpuncak ketika bangsa Indonesia mengambil alih Kantor Pusat Kereta Api Bandung pada tanggal 28 September 1945. Hal tersebut juga menandai berdirinya Djawatan Kereta Api Indonesia Republik Indonesia (DKARI).

Tanggal dan Bulan pada saat itulah yang hingga sekarang dijadikan sebagai tanggal peringatan Hari Kereta Api Nasional. Karena, tanggal tersebut merupakan tanggal di mana puncak pengambilalihan perkeretaapian dari Pemerintah Jepang.