Mengenal Lebih Dekat Hugo Chavez

Presiden Venezuela yang dikenal bengal dan berani melontarkan berbagai pernyataan maupun membuat kebijakan-kebijakan yang cukup menjadi perhatian negara-negara besar seperti Amerika Serikat ialah Hugo Chavez yakni seorang sosialis tulen.

Hugo Chavez yang memiliki nama panjang Hugo Rafael Chavez Frias merupakan anak kedua dari tujuh bersaudara, ia tumbuh dengan keluarga yang miskin. Meskipun demikian, Chavez tumbuh besar dengan cukup bahagia. Dalam buku yang berjudul “Hugo! The Hugo Chavez Story From Mud Hut to Preptual, Hugo Revolution” yang ditulis oleh Jones Bart pada tahun 2007, dalam buku tersebut menjelaskan pengalaman hidup Chavez dalam menghadapi kesulitan, kelaparan, akan tetapi ia menjalani hidupnya dengan penuh keikhlasan, kesabaran, dan kebahagian.

Pada usia ke 17 tahun, Chavez memutuskan untuk melanjutkan studinya ke Akademi Militer Venezuela. Pada saat itu, Chavez giat dalam menekuni hobinya seperti bermain kasti, menulis cerpen, puisi bermain teater, dan melukis.

Pasca kelulusannya, Chavez ditugaskan di satuan komunikasi kontra pemberontakan di Barnias, disana ia menemukan buku-buku literature tentang Marxis. Hal ini menjadikan Chavez menjadi seorang Sosialis tulen serta dengan tumpukan-tumpukan buku literarture yang dibacanya Chavez meyakinkan dirinya tentang pentingnya mendirikan pemerintahan sayap kiri di Vanezuela. Kemudian pada usianya yang ke-21 ia resmi beralih ke paham kiri.

Hugo Chavez mengawali karirnya diranah politik sekitar tahun 1990an, pada tahun 1992, Chavez yang merupakan Perwira Militer memimpin gerakan kudeta terhadap kemimpinan Presiden Carlos Andres Perez yang dituduh melakukan korupsi. Akan tetapi misi gerakan yang Chavez pimpin tersebut gagal dan membuat Chavez justru dimasukan ke dalam penjara selama 2 tahun. Sejak kejadian inilah Chavez munjadi popular di Venezuela dan Amerika Latin.

Karisma, aksi simpati dan empati yang dilakukan Chavez melekat dibenak masyarakat miskin Vanezuela. Disamping itu, masyarakat Vanezuela sudah muak dengan atas korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan oleh peresiden-presiden sebelumnya beserta perangkat-perangkatnya.

Ketika Hugo Chavez menjadi Presiden pada tahun 1999 hingga ia meninggal pada tahun 2013, ia mulai mengembalikan segala kesalahan yang dilakukan oleh Presiden sebelumnya, dimana ia memberlakukan kebijakan layanan kesehatan dan pendidikan yang diperuntukkan untuk masyarakat miskin dan masyarakat tidak mampu, meskipun untuk melakukan tersebut ia harus meminjam dana dari penjualan ekspor minyak ke beberapa negara. Walaupun begitu, Chavez yang sangat dicintai oleh rakyatnya tersebut, justru malah Amerika Serikat dan sekutunya membenci Chavez.

Chavez memang dikenal anti terhadap Amerika, selama bertahun-tahun ia selalu mencerca Presiden George Bush. Rupanya, Chavez senang jika Bush menderita. Hugo Chavez orang yang salah satu dari Presiden yang berani menyebut George W. Bush yang pada saat itu menjabat sebagai Presiden AS dengan kata-kata kasar dalam forum resmi Sidang Umum Majelis Perserikatan Bangsa-Bangsa pada September tahun 2006. Kejadian ini ketika George Walker Bush berbicara diatas podium pada hari sebelumnya, namun keesokan harinya, dengan podium yang sama Chavez mengatakan dia masih mencium aroma setan dan belerang. “iblis datang ke sini kemarin”. Kata Chavez yang merujuk pada Bush diatas podium yang sama, “dan bau belerangnya masih tercium hingga hari ini’. sontak saja para hadirin dalam Sidang MU PBB tersebut tertawa. Pernyataan Chavez tersebut bukan berarti tanpa alasan, dimana Chavez menuduh Bush berbicara pada hari sebelumnya seolah-olah ia memiliki dunia. Kemudian, pada pidato Chavez tersebut menjadi berita utama hampir diseluruh media terkemuka didunia.

Di bawah kepemimpinan Hugo Chavez, Rakyat Venezuela melakukan perlawanan terhadap hegemoni Amerika dan secara terang-terangan mereka menentang segala bentuk imperialisme yang dilakukan oleh Amerika. Di Venezuela, minyak merupakan faktor paling penting dalam menjelaskan pembentukan kondisi struktural bagi kehancuran otoritarianisme militer dan kelangsungan suatu sistem yang demokratis. Di Venezuela, minyak merupakan komoditi vital yang secara universal paling dibutuhkan dalam menjalankan demokrasi.

Venezuela merupakan salah satu negara Amerika Latin dengan sumber kekayaan alam yang melimpah, terutama komoditi minyak buminya. Minyak bumi menjadi salah satu pendapatan devisa terbesar bagi negara Venezuela. Pada tahun 2003 Venezuela menjadi negara pengekspor minyak bumi terbesar ke-5 bagi dunia dan terbesar ketiga bagi Amerika Serikat.

Pelaksanaan agenda neoloberalisme selama 2 dekade yang dilakukan Amerika Serikat di Venezuela sangat berdampak terhadap semakin terpuruknya prekonomian negara tersebut, akibatnya banyaknya perusahaan yang bangkrut serta melakukan PHK besar-besaran sehingga menyebabkan semakin meningkatnya pengangguran.

Hal inilah yang mendorong Chavez semakin anti terhadap Amerika Serikat, Chavez yang didukung oleh rata-rata berasal dari kelas sosial menengah ke bawah menerapkan sebuah kebijakan ekonomi yang anti neoliberalisme, organisasi-organisasi gerakan rakyat menentang kebijakan kapitalisme di kawasan Amerika Latin khususnya di Venezuela yang dikenal dengan lingkaran Bolivarian. Kebijakan yang diterapkan oleh Hugo Chavez diantaranya ialah dengan melakukan control terhadap nilai tukar dan prioritas ekonomi yang berlandasakan terhadap nilai-nilai keadilan.

Tak sampai disitu, Chavez juga menerapkan kebijakan ko troversial yakni dengan melakukan nasionalisasi terhadap perusahaan-perusahaan minyak PDVSA yang merupakan salah satu asset negara yang sebelumnya dikuasai oleh para pemodal asing khususnya Amerika Serikat. Venezuela menarik royalti (keuntungan) terhadap setiap barel minyak yang diekspor Venezuela dari 1% menjadi 17%, selain itu juga pajak atas laba yang sebelumnya hanya 34% dinaikan menjadi 50% serta mengajukan taguhan pajak yang belum dibayar kepada perusahaan minyak asing. Keuntungan-keuntungan yang didapatkan dari hal tersebut dalam sektor migas, dialokasikan untuk program-program kesejahteraan sosial terhadap kaum miskin serta unutk membangun infrastruktur seperti, jalan raya dan juga rel kreta api yang ada di Venezuela.