Politik Santuy Ala Anak Muda

Rancah.com – Anak muda zaman sekarang cenderung abaidan apolitis karena pemerintahannya porak poranda. Pemuda bukan cuma dipandang remeh bak rempeyek, namun juga dimanfaatkan sedemikian rupa. Makanya kaum muda senantiasa dijauhkan dari kesempatan mengambil keputusan. Coba lihat pemegang kekuasaan pejabat negara, kebanyakan isinya orang-orang tua yang kenyang kepentingan. Celakanya, kaum muda pasrah saja diasingkan lewat gaya hidup konsumtif atau disesatkan dengan kebanggaan atas ketidaktahuan.

Begitu rentan anak muda dijadikan pion atau boneka perebutan kekuasaan, serta enteng dikontrol dan digiring untuk membenci atau mendukung sesuatu. Padahal sejarah juga sudah mengemukakan jika cuma anak muda yang sanggup membuat perubahan. Mulai dari sumpah pemuda, termasuk juga peran pemuda dalam Proklamasi Kemerdekaan. Bahkan ketika lreformasi 1998, itu peranan pemuda khususnya mahasiswa sangat luar biasa. Waktu memperjuangkan kemerdekaan, peran anak muda berani mengambil peran penting.

Menurut data Badan Pusat Statistik, demografi Indonesia akan melonjak pada rentang waktu 2020-2035 sekitar sebesar 305,6 juta jiwa dengan persentase angkatan kerja produktif dari generasi pemuda mencapai 66,6 persen. Bonus demografi Indonesia dan potensi-potensi besar Indonesia bisa hancurkan dengan masuknya berbagai hal yang berdampak negatif. Namun begitu aktivitas positif pemuda menjadi alternatif dari hal-hal negatif yang ada. Peran pemuda sangatlah penting dan menjadi lokomotif utama hal-hal yang besar seperti tegaknya negara. Mengapa pemuda menjadi lokomotif utama sebab pemuda secara fisik sangat kuat, idealisme sangat kuat, motivasinya pun juga sangat kuat. Semakin banyaknya kaum muda yang melek politik memberikan harapan bagi berkembangnya kemajuan Indonesia untuk semakin berkualitas. Generasi muda merupakan generasi penerus bangsa. Meneruskan estafet politik di negara, mengatur dan membuat kebijakan yang lebih baik. Pemuda adalah harapan untuk memperbaiki politik di masa depan.

Mendengar kata ‘politik’, bisa jadi dalam benak sebagian orang telah terpatri sebuah anggapan akan dunia yang serius, kaku, dan erat kaitannya dengan negara beserta sistem pemerintahan yang menyertainya. Kadangkala, politik malah dipersepsikan buruk, penuh intrik, dan negatif sebagai hasil dari pemberitaan bertendensi tidak baik yang kerap ditemui. Padahal, sama seperti bidang ilmu atau pekerjaan lainnya, politik itu netral. Semua tergantung dengan siapa ‘man behind the gun’ yang terlibat di dalamnya. Politik akan menjadi ‘baik’ bila diisi oleh mereka yang ‘baik’. Begitu pula sebaliknya.

Menurut Aristoteles, politik dalam esensinya adalah upaya untuk mewujudkan kebaikan bersama. Kebijakan politik berdampak dan melibatkan seluruh aspek kehidupan kita.  Saat ini, hubungan yang dimiliki anak muda sendiri dan negaranya dalam ranah politik, tampak seolah masih terputus. Partisipasi dan minat anak muda untuk masuk atau terlibat secara aktif di ranah ini masih tidak sebanyak senior mereka yang berusia di atas dan lebih matang baik dari segi pengalaman maupun finansial. Permasalahan ini sebenarnya terletak pada persepsi. Anak muda cenderung lebih menyukai hal-hal yang berbau rekreatif, sementara politik telah terlanjur dipersepsikan ‘berat’.

Jadi Mau tidak mau, suka tidak suka,tongkat estafet politik di negeri ini ada di tangan pemudanya.Generasi melek politik menjadi sebutan  tersendiri bagi anak muda. Hal ini dikarenakan, politik yang masih dianggap tabu oleh anak muda. Hanya segelintir anak muda yang mau ikut memahami tentang politik Indonesia yang unik. Saatnya mengembalikan anak muda sebagai subjek, bukan lagi-lagi objek. Saatnya kita berhenti menjadi objek yang selalu dipolitisir. Saatnya kita menjadi subjek. Menjadi barisan yang sadar untuk melakukan kontrol, pengawasan, dan koreksi-koreksi terhadap pemerintah. politik tidak melulu berkaitan dengan birokrasi, pencitraan, dan suap.

Dengan melek politik, pemuda Indonesia juga dapat merasakan keuntungannya yaitu mengerti apakah sistem pelayanan publik di Indonesia sudah memadai atau belum. Karena tatanan politik berpengaruh terhadap kebijakan publik seperti kesehatan, pendidikan, dan sebagainya. Dapat menyerukan ide-ide brilian nan segar yang lebih sesuai di era sekarang. Tak hanya itu, dengan melek politik pemuda Indonesia dapat membantu teman-teman sesama anak muda untuk mendapatkan haknya atau membantu menyalurkan aspirasinya ke lembaga yang bersangkutan. Kepedulian generasi muda saat ini terhadap masalah politik di Indonesia sangat berpengaruh untuk ke depannya. Karena nasib Indonesia yang akan datang ada di tangan para pemuda sekarang. Oleh karena itu, Mari melek politik untuk Indonesia yang lebih baik.