Berhenti Membanding-Bandingkan Anak

Rancah.com – Berbicara tentang anak pasti ibu-ibu disini atau semua orang sepakat bahwa mempunyai anak (keturunan) adalah anugrah sekaligus amanah terbesar dari tuhan. Hanya orang-orang terpilih yang bisa mendapatkan keturunan, jika ada yang masih menunggu semoga dimudahkan untuk segera diberi kepercayaan berupa keturunan. Aamiin.

Tetapi yang sudah diberikan keturunan, tolong dijaga dan di bimbing dengan sebaik mungkin. Seringkali saya mendapatkan kabar tentang anak yang depresi karena selalu dibanding-bandingkan oleh orang tuanya. Baik itu dibandingkan dengan adik atau kakaknya bahkan dibandingkan dengan orang lain.

Kedengaranya sepele mungkin, tetapi ini masalah yang tidak bisa disepelekan. Karena memang selalu ada saja yang seperti itu. Ketahuilah bund, ada anak yang mentalnya kuat ketika mendapatkan perlakuan seperti itu ada juga anak yang mentalnya lemah. Tetapi membanding-bandingkan memberikan efek yang besar terhadap mental anak. Bisa jadi yang mentalnya kuat menjadi lemah bahkan yang mentalnya lemah menjadi depresi atau bahkan stres.

Simplenya seperti ini, setiap anak memiliki kekurangan dan kelebihanya masing-masing dan itu berbeda-beda. Ada anak yang pintar tetapi nakal atau mungkin anak yang sangat pendiam tetapi cerdas. Semua saling melengkapi.

Kita sebagai orang tua tidak boleh memaksakan kehendak kita terhadap anak. Misalnya anakkuharus menjadi seperti ini, ini dan ini tetapi pada kenyataanya kita tahu sampai mana kemampuan anak kita.

Terimalah, toh tugas kita sebagia orang tua adalah membimbing dan mengarahkan bukan mengatur. Jika keinginanya baik dan tidak melanggar aturan maka arahkan ia, dukung dengan sepenuh hati. Bukan malah membanding-mandingkan hanya karena anak kita tidak sesuai dengan keinginan kita.

Terimalah, segala kekurangan dan kelebihan yang ada pada anak kita. Dengan begitu kita akan terlihat lebih bijaksana didepan anak kita dan tidak dinilai egois oleh anak kita.