Dinamika Ideologi Politik di Indonesia

Transisi Demokrasi Yang Telah Berlangsung Beberapa Tahun Terakhir Ini Telah Menunjukkan Perubahan-Perubahan Yang Cukup Berarti Dalam Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara. Kritik Terhadap Pemerintah, Baik Di Tingkat Pusat Maupun Daerah, Juga Semakin Marak Dan Senantiasa Memenuhi Halaman-Halaman Surat Kabar Dan Majalah. Walaupun Peningkatan Kesadaran Tentang Nilai-Nilai Demokrasi Terasa Semakin Marak Di Kalangan Aktivis Politik, LSM, Intelektual, Peneliti, Dan Media Massa. Bukan Berarti Bahwa Demokrasi Telah Benar-Benar Tegak Di Bumi Indonesia.

Dinamika Politik di Indonesia Saat Ini Dapat Kita Rasakan Dari Hegemoni Ideologi Partai Politik Di Indonesia. Kita Dapat Melihatnya Pada Bentuk Ekspresi, Cara Penerapan, Dan Mekanisme Yang Dijalankan Untuk Mempertahankan Dan Mengembangkan Diri Melalui Slogan Politik Kekuasaan Terhadap Rakyat Sebagai Korban Politiknya, Sehingga Upaya Ideologi Partai Politiknya Itu Berhasil Mempengaruhi Dan Membentuk Alam Pikiran Rakyat. Pada Akhirnya Kekuasaan Dan Kerakusan Ideologi Partai Politik Menyebabkan Kepentingan Partai Politik Bukan Lagi Kepentinngan Bangsa Dan Negara.


Begitu Pula Dengan Model Kebijakan Pembanguna Kelautan, Akhirya Juga Belum Mengarah Kepada Model Perencanaan Pembangunan Jangka Menengah Di Tahun 2010-2014. Banyak Kementrian Dan Badan Negara Yang “Bermain” Di Laut, Sehingga Timbul Kesan Terjadinya Missed Koordinasi Dalam Hal Pegelolaan Potensi Kekayaan Laut. Masing-Masing Instansi Merasa Paling Berhak Berbicara Tentang Pengelolaan Kekayaan Laut Nusantara, Tetapi Tidak Banyak Hasil Yang Dicapai.

Pembanguna Yang Bertujuan Untuk Meningkatkann Taraf Hidup Manusia Dengan Melakukan Aktivitas Pemanfaatan Sumberdaya Alam Sering  Dilakukan Dengan Memanfaatkan Sumberdaya Alam. Akan Tetapi, Pemanfaatan Sumber Daya, Terutama Penggunaan Lahan, Sering Kali Menimbulkan Permasalan Sendiri. Hal Ini Disebabkan Karena  Keterbatasan Lahan Akibat Pertumbuhan Penduduk Dan Pembangunan Yang Tidak Proposional. Inilah Yang Terjadi Di Jakarta Saat Ini. Proses Pembangunan Menyebabkan Terjadinya Perebutuan Penggunaan Lahan. Untuk Memenuhi Akan Kebutuhan Lahan, Muncul Kebijakan Pembangunan, Salah Satunya Upaya Reklamasi Teluk Jakarta. Pada Dasarnya, Reklamasi Dilakukan Untuk Memperluas Wilayah Daratan Untuk Kepentimgan Ekonomi dari Suatu Daerah Perkotaan Yang Memiliki Permasalahan Keterbatasan Lahan. Akan Tetapi, Reklamasi Ini Menimbulkan Dampak Sosial Yang Buruk Terhadap Masyarakat.

Dampak Sosial Yang Paling Terasa Di Masyarakat Akibat Adanya Proyek Reklamasi Di Teluk Jakarta Adalah. Di Kota Besar Seperti Jakarta, Penggusuran Kampung Miskin Menyebabkan Rusaknya Jaringan Sosial Pertetanggan Dan Keluarga, Merusak Kesetabilan Kehidupan Keseharian Seperti Bekerja Dan Bersekolah Serta Melenyapkan Aset Hunian. Penggusuran Yang Dilakukan Oleh Aparat Pemerintahan Yang Tidak Mengindahkan Nilai-Nilai Kemanusiaan Serta Hak-Hak Warga Negara Yang Telah Dijamin Oleh Undang-Undang, Tentu Saja Meninggalkan Dampak Yang Cukup Kompleks, Yaitu Makin Menningkannnya Jumlah Penduduk Miskin, Rasa Tidak Percaya Lagi Pada Pemerintah, Dan Rasa Benci Serta Dendam Terhadap Perlakuan  Kasar Oleh Aparat Di Lapangan.

Kehilangan Mata Pencaharian Merupakan Dampak Sosial Sekaligus Ekonomi Yang Dirasakan Oleh Warga. Proses Pembangunan Di Teluk Jakarta Telah Merusak Ekosistem Di Sekitar Pantai, Serta Adanya Pencemaran Limbah Yang Menyebabkan Menurunnya Sumberdaya Perairan Laut. Hal Ini Menyebabkan Nelayan Sulit Mendapatkan Ikan Dan Berbagai Sumber Daya Laut Lainnya Yang Slama Ini Ini Menjadi Penghidupan Mereka. Kondisi Ini Menjadikan Nelayan Jatuh Ke Jurang Kemiskinan Akibat Hilangnya Mata Pencaharian.

Sebagai Perencanaan Pembangunan Maritim Indonesia Perlu Memprioritaskan Sosialisasi Kemaritiman, Antara Lain Melalui Pendidikan Dan Pelatihan, Komunikasi Massa Untuk Membangun Masyarakat Nelayan, Pantai Dan Pesisir. Dengan Pengertian Maritim Yang Lebih Luas Lagi, Maka Akan Tercakup Berbagai Bidang Kehidupan Disamping Hal Fisiknya, Yang Penekan Pada Upaya Pemberdayaan Menuju Pembangunan Kelautan Yang Berkesinambungan, Berwawasan Lingkungan Yang Berkembang Mendorong Terciptannya Inegritas Masyarakat Maritim Yang Profesional Dalam Pengelolaan Kehidupan Perekonomian, Dengan Harapan Akan Berhasil Meningkatkan Industri Dan Jasa Maritim Lainnya.



    KOMENTAR