Menakjubkan, Orang Lebih Sedikit Menikah! Apa Alasannya?

Ini yang terjadi. Mungkin ini soal waktu dan kita hidup di zaman tunggal. Teknologi mendorong kita untuk menghilang ke dunia pribadi diri sendiri.

Sementara itu, tampaknya semakin sulit untuk sebuah hubungan.


Mengapa, sebagai tanda jalan apokaliptik semakin dekat, bahkan Facebook meluncurkan layanan kencan.

Pernahkah Anda memperhatikan, bahwa Anda diundang ke lebih sedikit pernikahan belakangan ini?

Mungkin karena anda diketahui berperilaku tidak baik ketika ada keinginan baik yang tidak mengalir dan tidak tersampaikan.

Mungkin juga karena ada lebih sedikit pernikahan yang terjadi. Tingkat pernikahan telah merosot sejak tahun 1990an sampai sekarang.

Mari kita beralih dan cari tahu, mengapa.

Kita mencoba untuk memeriksa apa yang mungkin ada di balik banyak orang yang hidup dalam kehidupan yang belum menikah.

Mungkinkah, bahwa ada sedikit cinta di sekitar? Mungkin hanya beberapa orang mengklaim cinta adalah alasan yang sangat penting untuk menikah.

Bagi seorang pria sangat penting untuk dapat mendukung keluarga secara finansial untuk menjadi suami atau pasangan yang baik, sementara hal yang sama bagi beberapa orang wanita untuk menjadi seorang istri yang baik.

Mungkin kesimpulannya, defisit besar dalam mencari pasangan potensial seorang pria.

Tampaknya tidak banyak pria baik di sekitar.

Sekarang ketika saya penulis mengatakan baik untuk mencoba menawarkan arti dan definisi baru sebuah kebaikan:

Sebagian besar wanita berharap untuk menikah tetapi kekurangan pria saat ini, pria dengan pekerjaan yang tidak stabil dan penghasilan yang kurang baik membuat ini semakin sulit, terutama dalam perekonomian saat ini dari pekerjaan layanan bergaji rendah yang tidak stabil.

Ya, terlalu banyak pria secara financial tidak menarik. Oke, baiklah.

Bahwa betapa menyedihkan ini terjadi.

Ketika ketimpangan meningkat dan teknologi semakin memanfaatkan tenaga kerja murah, cinta menjadi bagian dari perhitungan.

Rencana jangka panjang tidak dapat dibuat. Pernikahan hanyalah sebuah konsep dari waktu dan tempat lain yang semu.

Namun ada cara lain untuk mencapai kesetaraan. Perlahan, wanita menghasilkan lebih banyak.

Yang membuat diri merenung adalah, Pernikahan masih didasarkan pada cinta, tetapi juga secara fundamental merupakan transaksi ekonomi.

Banyak remaja putra saat ini tidak memiliki banyak hal untuk ditawarkan dalam perundingan pernikahan, terutama karena tingkat pendidikan wanita muda sekarang rata-rata melebihi peminat lelaki.

Tapi, baiklah jangan khawatir, nak!!!. Suatu hari nanti, akan ada alasan lain entah itu teknologi maupun kondisi sosial yang akan menemukan cara untuk membuat kita semua benar-benar bisa menemukan pasangan untuk menikah.



    KOMENTAR