Sejarah Dibalik Secangkir Kopi

Kopi bukan lagi sekadar minuman, tapi sudah menjadi gaya hidup, hingga produksinya tak lagi cukup mengimbangi permintaan konsumsinya. Kementerian Pertanian mencatat produksi kopi dalam negeri selama beberapa tahun terakhir rata-rata tumbuh 0,93 persen dan pertumbuhan konsumsinya rata-rata 2,43 persen. Angka konsumsi, menurut Gabungan Eksportir Kopi Indonesia, malah lebih tinggi: sekitar 8 persen per tahun, di atas pertumbuhan konsumsi dunia.

Untuk memotret gairah orang terhadap kopi Nusantara, pada Senin 26 Maret 2016, majalah Tempo menulis edisi khusus berbarengan dengan musim panen selama Maret-Mei tahun lalu. Khususnya kepada para penikmat dan atau pecinta kopi. Saya akan menuliskan kembali sejarah kopi versi tempo dengan menggunakan metode periodesasi agar mudah diingat dan dipahami oleh pembaca. Sebagian kisah terbaik yang dimuat di edisi itu saya hadirkan di sini secara singkat jelas dan padat versi rancah.com


Sekitar 5 masehi: kopi sudah dikenal di plosok ethiopia. Pada periode 700-1000 M: kopi dikenal pertama kali oleh bangsa arab sebagai minuman energi (untuk begadang). Penyebaran kopi pada saat itu bersamaan dengan penyebaran islam. 1000: ibnu sina menyelidiki zat kimiawi kopi. 1453: kopi diperkenalkan di konstantinopel oleh bangsa turki (kekhalifahan ottoman) 1475: kedai kopi pertama, kiva han didirikan di turki. 1616: kopi dibawa dari moca, yaman, ke belanda.

Pada periode 1645 M: kedai kopi pertama dibuka di venesia italia. 1658: belanda membuka kebun pertama di ceylon (kini sri lanka) 1668: kedai edward Lloyd dibuka di london. Dari keuntungan kopi inilah kemudian edward Lloyd membuka perusahaan asuransi Lloyd of london. 1668: kopi mulai dikenal diamerika utara. 1670: penanaman kopi dimulai di brasil. 1675: Raja Charles II menutup semua kedai kopi di london karena diduga menjadi tempat perkumpulan untuk merencanakan makar. 1689: kafe kopi di prancis pertama dibuka bernama café de procope, sepuluh tahun setelah pemerintah mengumumkan bahwa kopi merusak kesehatan.

Pada periode1696 M: belanda mencoba menanam kopi yang dibawa dari malabar, india ke jawa. Belanda berusaha membudidayakan kopi tersebut di daerah kedawung, perkebunan didekat batavia. Namun upaya ini gagal karena rusak oleh gempa bumi dan banjir. 1706: kopi Jawa diteliti pemerintah belanda di Amsterdam. Delapan tahun setelahnya, kopo tersebut dibawa belanda dan dikenalkan kepada raja Louis XIV dari prancis. 1717: gubernur jendral hindia belanda joan van hoorn mulai mendistribusikan bibit kopi ke batavia, cirebon, kawasan priangan, dan pesisir utara jawa.

Sekitar sembilan tahun kemudian, produksi kopi di hindia belanda sangat melimpah dan mampu melebihi jumlah ekspor dari yaman ke eropa. 1730: inggris mulai menanam kopi di Jamaika. 1732: Johann sebastian bach membuat komposisi caffee contata di leipzig. Musik ini menggambarkan perjalanan spiritual dan juga sebagai parodi atas ketakutan orang jerman yang menyenangi bir terhadap pesatnya popularitas kopi di jerman. 1777: Raja Prussia mengumumkan pelarangan atas kopi dan mengumumkan bir sebagai minunan nasional jerman raya.

Pada periode 1802 M: istilah “cafe” mulai dikenal di inggris raya untuk menggantikan “coffee house” kata ini berasal dari kata perancis “cafe” yang hampir seakar dari bahada italia “caffe”. 1820: zat caffeine dalam minuman kopi ditemukan berbarengan oleh tiga penelitian berbeda. 1822: prototipe mesin kopi espresso dibuat di prancis. 1869: penyakit karat daun kopi (hemileia vastatrix) pertama kali ditemukan di sri lanka. 1873: John Arbukle mengenalkan kopi dalam kemasan pertama kali.

Pada periode 1878 M: hampir seluruh perkebunan kopi di Hindia Belanda rusak diserang penyakit karat daun. Terutama di taran rendah. Kala itu, tanaman kopi yang dibudidayakan adalah spesies arabika. Belanda kemudian mendatangkan spesies liberika, yang lebih tahan penyakit ini. Usaha ini cukup berhasil. 1904: Fernando llly membuat mesin espresso modern. 1907: kopi liberalika yang ditanam di dataran rendah Hindia Belanda mendatangkan spesies lain. C, canephora (robusta), terutama untuk ditanam di dataran rendah, usaha ini berhasil.

Pada periode 1920 M: kafe mulai banyak dibuka di amerika. 1938: Cremonesia membuat pompa piston yang dapat menyemprotkan air panas dengan kecepatan tinggi untuk menyeduh kopi espresso. 1938: Nestle mengembangkan kopi instan di Brasil. 1946: pabrik Gaggia memproduksi mesin cappuccino secara komersial untuk pertama kali.

Kata “Cappuccino” berasal dari warna jubah pendeta Capuchin (aliran Franciscans, 1529). 1948: Achille Gaggia memasarkan mesin kopi espresso secara massal di millan, italia. 1962: perjanjian internasional mengenai perdagangan kopo dibuat dengan tujuan untuk mengontrol harga. 1971: kedai starbuck pertama dibuka di seattle, Amerika Serikat. 2000 awal. Kafe kopi spesialti mulai berdiri di indonesia. 2017: indonesia mampu memproduksi lebih dari 630 ribu ton biji kopi.

Melalui perkembangan tersebut, Indonesia dikenal sebagai penghasil kopi terbaik dunia berdasarkan keragaman indikasi geografisnya. Saat ini, telah terdaftar 31 indikasi geografis kopi di Indonesia dan masih terus bertambah. Indonesia juga dikenal sebagai negara yang membudidayakan kopi varietas arabika, robusta, dan liberika.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih mengungkapkan, Terkait potensi kopi di Indonesia, pihaknya mendukung Provinsi Jambi sebagai tuan rumah perayaan Hari Kopi Internasional 2019 lau. “Perayaan yang dilakukan setiap tahun ini bertujuan untuk merayakan budaya dan gaya hidup minum kopi yang sudah mengakar kuat di masyarakat Indonesia,” terangnya.

Terlepas daripada budaya dan gaya hidup masyarakat indonesia dalam hal kaitannya dengan kopi. perayaan tersebut juga menjadi semangat dan apresiasi kepada petani kopi melalui gerakan peningkatan pendapatan petani, peningkatan produktivitas dan kualitas kopi nusantara. Hal ini juga bisa menjadi media untuk mempromosikan peningkatan konsumsi kopi di dalam negeri dan menggairahkan ekspor produk kopi Indonesia ke pasar internasional.

Selain Jambi, Provinsi Bengkulu juga salah satu penghasil kopi yang cukup besar dengan rata-rata 56,88 ribu ton per tahun dari jenis kopi robusta dan arabika. Dalam hal ini Gati juga mendukung Bengkulu terpilih sebagai tuan rumah perayaan Hari Kopi Internasional pada tahun depan yang akan berlangsung di bulan Oktober 2020 nanti.

Selamat membaca!



    KOMENTAR