Sering Merasa Kosong, Tidak bisa Merasakan Apa-apa dan Kepekaan Terhadap Emosi Menurun. Apa Penyebabnya?

Pernahkah kamu merasa bahwa hidupmu terasa kosong, merasa seperti hidup mu datar dan mengalir apa adannya. Kamu merasa kepekaan terhadap emosi seperti marah, sedih, senang, khawatir dan peduli semakin menurun. Contoh yang sering terjadi yaitu ketika kamu tidak lagi merasa sedih ketika kamu gagal, atau kamu tidak lagi bisa untuk menangis ketika kamu sedang terluka. Merasa tidak bisa merasakan emosi namun kamu tahu bagaimana menunjukan emosi yang tepat pada situasi tertentu.

Semua ini bisa terjadi karena banyak hal, bisa karena suatu tuntutan yang mengharuskanmu untuk bersikap seperti itu, perubahan lingkungan hidup yang belum bisa kamu terima (Shock culture), menjadikanmu menjalani hidup dengan bukan menjadi dirimu sendiri dan penyebab yang sering di alami adalah karena kamu merasa sering di sakiti, di bohongi, dan di hianati oleh orang yang berharga dalam hidupmu. Emosi yang kamu pendam akan menumpuk, mengendap yang pada akhirnya membuatmu merasa tidak bisa merasakan apa-apa.


Ketika kita menolak suatu emosi maka emosi-emosi tersebut akan menjadi terbendung, mendalam, dan mengendap​ dalam ketidaksadaran. Ketika banyak emosi yang di tolak dan mengendap maka akan semakin sulit untuk mengenali jenis emosi yang ada di endapan itu. Emosi itu sendiri ada yang bersifat positif dan negatif. Emosi positif biasanya di kaitkan dengan kenyamanan, seperti senang, bahagia, nyaman, damai. Hal ini terbalik dengan emosi negatif yang di kaitkan dengan ketidaknyamanan seperti sedih, marah, terluka, dan kecewa yang seringkali tidak di inginkan keberadaanya.

Kamu mungkin tidak asing dengan anggapan-anggapan “aku tidak boleh marah” “aku harus bersikap dewasa”, “aku tidak boleh sedih ataupun menangis”, “ aku tidak peduli”. Angapan –anggapan seperti itulah yang sering kali membuat kita menolak keberadaan emosi yang akan menyakiti kita. Namun, hal ini justru menjadikan emosi yang harusnya disalurkan membendung dan menjadi bob waktu. Jika hal ini di lanjutkan maka akan menimbulkan stess atau bahkan depresi.

Maka apa yang harus di lakukan? Dalam hal ini, mengizinkan diri untuk merasakan emosi penting untuk di lakukan. Misalnya kita boleh merasa marah jika kita tidak tahan lagi dengan suatu keadaan, ketika kamu merasa marah kamu dapat mengungkapkan emosi tersebut dengan kata-kata yang baik. Dan  kita boleh merasa sedih dan menangis ketika itu bisa membuat kita merasa lebih baik. Dengan menerima keberadaan emosi akan menjadikan insting kita lebih peka dalam mengenali emosi tersebut. Cara lainya adalah dengan lebih membuka diri dan mengizinkan diri kita untuk merasa kecewa, marah, sedih, senang ataupun terluka. Mungkin ini tidak akan mudah terutama bagi kita yang sudah lama menutup diri dari keramaian. Dengan membuka diri dan menerima emosi yang menyakitkan tidak sepenuhnya menjadi hal negatif. Sebab, dengan merasa marah kita akan belajar untuk menahan diri atau dengan merasa kecewa akan mendorong kita menjadi lebih baik.

Ketika kita sedang merasa sedih dan kecewa kita boleh menggunakan seni bodo amat dengan atau tanpa menololak keberadaan emosi tersebut, kita dapat menyalurkanya dengan cara yang baik seperti melakukan kesibukan yang bermanfaat dan melakukan kegiatan yang kita sukai. Kita boleh sedih, takut dan menangis namun tidak untuk berkelanjutan. Karena ketika kita merasa takut terhadap bayangan yang sebenarnya tidak terjadi, maka rasa takut  itu akan menjadi batas hidup kita.

Selamat membaca dan semoga bermfaat..,



    KOMENTAR