Kadang Manusia Lupa Untuk Berbuat Kebaikan Pun Ada Etikanya

Berbicara tentang kebaikan, mempunyai makna yang luas dan semua orang berbeda-beda dalam memaknainya. Ada yang mengartikan bahwa kebaikan itu saling membantu orang yang membutuhkan, ada juga yang memaknainya sebagai saling mengasihi antara satu sama lain.

Kebaikan adalah hal yang mutlak dalam kehidupan manusia, semua agama ataupun kepercayaan pada akhirnya memerintahkan untuk melakukan kebaikan walaupun dengan cara yang berbeda. Berbuat baik akan selalu membuahkan hasil yang baik pula jika dibarengi dengan ketulusan hati.

Namun apa jadinya jika perbuatan baik kita justru malah mendapatkan balasan yang tidak setimpal. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan:

Yang pertama, mungkin saja kebaikanmu tidak disertai dengan ketulusan hati. Seperti contoh memberikan uang kepada pengemis namun semata-mata hanya ingin dianggap dermawan oleh orang lain. Hal ini banyak terjadi karena kecenderungan manusia sangat suka dipuji. Maka jauhilah sifat tersebut. Niatkan dalam hati semata-mata untuk mendapatkan ridho dari Tuhan pada setiap kebaikan kita. Seperti yang dikatakan A Agym “berbuat kebajikan bagi seorang hamba ikhlas adalah dengan menyembunyikan amal dari pandangan manusia seperti dia menyembunyikan aib-aibnya”

Yang kedua, bukan pada tempatnya. Kebayang gak sih, misalnya kamu berada dalam suatu tempat, tiba-tiba ada orang yang bersembunyi karena dikejar-kejar preman yang mabuk dengan alasan yang spele. Apa yang akan kamu lakukan ?

Beberapa hal tadi mungkin hanya gambaran umumnya saja, yang pada intinya setiap hal yang akan kita lakukan itu harus berada pada porsinya. Kita manusia yang dibekali akal dan nafsu oleh sang pencipta, namun kadang kecenderungan kita hanya kepada nafsu, maka kita harus bisa mengontrol nafsu kita dalam berbuat kebaikan.  tetaplah berbuat baik dan selalu berhusnudzon pada setiap kejadian dalam hidup kita.