Keluh Kesah “Angkatan Corona” yang Menjadi Bahan Omongan Angkatan Terdahulu

Gambar oleh <a href="https://pixabay.com/id/users/greymatters-1531342/?utm_source=link-attribution&amp;utm_medium=referral&amp;utm_campaign=image&amp;utm_content=995042">Gillian Callison</a> dari <a href="https://pixabay.com/id/?utm_source=link-attribution&amp;utm_medium=referral&amp;utm_campaign=image&amp;utm_content=995042">Pixabay</a>

“Lulus lewat Jalur Give Away” mungkin inilah sebutan banyak orang untuk angkatan tahun 2020, hanya karena mereka tidak melewati rintangan sulitnya mengerjakan soal Ujian Nasional yang menjebak. Tak ada keluhan tentang mengapa batu yang telah dilemparkan ke laut dihitung massanya, tentang mengapa sisa uang Ani menjadi permasalahan kita karena membeli banyak pensil dan buku ataupun tentang berapa kecepatan Budi yang melompat ke laut dari kapal.

Mereka dianggap mendapat banyak privilese karena tidak melewati susahnya Ujian Nasional yang beberapa tahun belakangan sangat menguras otak dan juga mereka melakukan beberapa Ujian Sekolah dari rumah. Angakatan-angakatan terdahulu, ada beberapa yang merasa iri dengan privilese yang mereka dapatkan memberikan cemoohan dengan mengatakan lulus jalur give away atau yang sedang hangat-hangatnya saat ini adalah memamerkan video pesta kelulusan mereka dengan mengatakan bahwa “Angkatan Corona tidak akan merasakan bagaimana rasanya saat itu.”

Fakta sebenarnya adalah mereka terkatung-katung dalam memutuskan nasib mereka selanjutnya, mereka bahkan tidak mendapatkan sebuah perpisahan yang berkenang. Tiba-tiba diminta untuk sekolah dan ujian dari rumah tanpa kepastian kapan kembali, akhirnya mereka dirumahkan hingga kelulusan mereka. Mereka tak dapat melakukan kelulusan dengan khidmat, tak dapat menyampaikan salam perpisahan dengan benar, tak dapat memeluk dan saling menangis bersama teman karena adanya social distancing, dan tak dapat memeluk serta mengucapkan terimakasih kepada para guru yang telah mengajar mereka.

Apalagi teruntuk adek-adek SMA/SMK angkatan 2020, wabah COVID-19 ini menjadi sebuah dilema dan beban. Bagi mereka yang ingin melanjutkan ke jenjang perkuliahan, mereka terhalang oleh beberapa prosedur perguruan tinggi yang di saat seperti ini belum terlalu jelas aturannya. Bahkan jadwal UTBK SBMPTN pun ikut mengalami penundaan karena wabah tak beradab ini. Sedangkan bagi mereka yang mutuskan untuk bekerja, hei … bahkan para karyawan yang sudah bekerja pun saat ini banyak yang di PHK. Berniat untuk memulai usaha, di saat pandemi seperti ini ekonomi juga ikut merosot jauh.

Rasanya tak pantas mengatai mereka “Lulus Jalur Give Away”, mereka telah melalui bertahun-tahun sekolah namun berakhir seperti ini saja. Harusnya kita memikirkan perasaan mereka, betapa sedihnya mereka melihat para kaka tingkat yang sibuk memamerkan video ataupun foto pesta kelulusan yang sangat mustahil dilaksanakan mereka. Ini tidak pantas menjadi sebuah candaan, mereka pun melalui bertahun-tahun untuk sampai di tahun terakhir. Mari kita saling mensupport bukannya saling mengejek!

Dan teruntuk kalian, angkatan 2020.

Kalian tak perlu berkecil hati karena tidak mengadakan sebuah pesta kelulusan yang meriah, tak apa tak dapat saling berpelukan dan menangis bersama karena mematuhi aturan pemerintah untuk social distancing, meskipun sekarang sudah berbeda dan sibuk masing-masing walaupun belum sempat saling mengucapkan semoga sukses tak apa, suatu saat nanti kalian akan bertemu dan berkumpul dengan cerita dan mengingat kenangan saat sekolah.

Tak apa, kalian akan selalu terkenang karena keistimewaan kalian. Kalian akan selalu diingat sebagai angakatan terbaik, percaya saja padaku. Kalian angakatan teristimewa!