4 Kiat Kurangi Risiko Distorsi Rental Alat Kemping

Ilustrasi form pengecekan alat

Berbagai permasalahan rental (sewa) alat kemping sangat mungkin terjadi, yang disebabkan oleh keteledoran atau human error. Mulai dari hilang beberapa peralatan kelengkapan, keterlambatan waktu pengembalian, hingga rusak parah.
Untuk mengantisipasi permasalahan itu, berdasarkan pengalaman penulis, ada baiknya pengguna dan penyedia jasa melakukan beberapa hal berikut ini.

1.Sosialisasi dan edukasi

Melakukan sosialisasi dan edukasi secara langsung antara pihak penyewa dengan penyedia jasa, tentang persoalan sewa-menyewa, akan terkesan rikuh.
Nah, untuk mengurangi kerikuhan itu, penyedia jasa dapat melakukannya melalui papan informasi atau pamflet dan sejenisnya, yang dipampang di area utama layanan konsumen.

Informasikan aneka prinsip rental, risiko, kontak layanan secara singkat dan jelas. Sehingga bagian layanan konsumen dan penyewa dapat memahaminya secara mudah. Atau ditindaklanjuti dengan komunikasi dua arah berikutnya.
Informasi juga dapat dilengkapi dengan tips aman dan nyaman sewaktu kemping. Bahkan akan lebih menarik bila disertai update informasi perkempingan.

2.Jasa tambahan

Jasa tambahan dimaksud adalah aktivitas yang tidak terkait langsung dengan perjanjian sewa-menyewa alat. Hal ini diharapkan lebih mempermudah pengguna dan penyedia mengakses alat yang disewa.

Beberapa jasa tambahan yang ada hubungannya dengan rental alat ini, antara lain: antar jemput alat, pemasangan dan pembongkaran, dan perapihan.
Pihak penyedia jasa dapat menyediakan operator pertendaan untuk konsumen. Sebaliknya konsumen juga dapat meminta tambahan jasa tersebut.

3.Form cheklist alat

Form cheklist (daftar periksa) peralatan berupa dokumen singkat dan simpel, yang disertakan pada setiap akad sewa alat. Sebaiknya diketahui langsung oleh penyewa dan pihak penyedia jasa.

Form cheklist bentuknya dapat disesuaikan dengan kebutuhan, tetapi prinsipnya memuat jenis barang secara detil, tipe dan merek, jumlah dan keadaan.
Dokumen ini akan sangat dirasakan membantu para pihak, tatkala orang yang mengambil dan mengembalikan barang berbeda. Sama halnya bila petugas yang memberi dan menerima berlainan.

4.Komunikasi intens

Membangun komunikasi yang efektif dan efisien antara penyewa dan penyedia jasa sewaan patut diperhatikan sejak awal.

Komunikasi pasti terjadi sejak order sewa alat kemping antara konsumen dengan penyedia jasa. Untuk menjalin komunikasi yang efektif maka pencatatan dan penyimpanan kontak patut diperhatikan, setidaknya pada nota order.

Begitu juga untuk antisipasi kemungkinan masalah di lapangan, para pihak dapat saling berkomunikasi sejak awal hingga perjanjian sewa selesai.

Nah, itulah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi permasalahan rental alat-alat kemping. Semoga bermanfaat.*