Lebih Dekat Dengan Kekerasan Emosi Atau Gaslighting

Dikutip dari Wikipedia Indonesia, gaslighting merujuk kepada salah satu bentuk penyiksaan secara psikologi (psikologis) yang terjadi dalam hubungan interpersonal, di mana penyiksa melemahkan rasa percaya diri korban dengan membuat mereka mempertanyakan ingatan, sudut pandang, atau kewarasan mereka. Dengan menggunakan penyangkalan yang berulang-ulang, manipulasi, contradiksi, dan kebohongan, sang penyiksa berusaha untuk menggoyahkan kondisi psikologis korban dan melemahkan rasa percaya dirinya.

Jika kamu adalah seseorang yang menebak dirimu sendiri, mempertanyakan persepsi mu, hingga tidak percaya pada dirimu sendiri sampai pada titik mencari – cari opini orang lain dan tidak percaya dengan pilihan mu sendiri. Kemungkinan besar kamu pernah mengalami gaslighting.

Secara sederhana, gaslighting adalah cara seseorang memaniuplasi orang lain dengan trik – trik yang mereka buat. Apa aja sih trik – trik mereka?

Berikut ini tanda – tanda jika kamu pernah atau bahkan sedang di-gaslight seseorang :

  1. Gaslighter mengatakan sebuah kebohongan dengan ekspresi datar seperti tidak ada apa – apa. Tujuannya agar korban merasa kebingungan dan tidak bersemangat melakukan apapun, dan juga membuat korban bertanya – tanya, seperti : “ tadi yang diomongin benar ga,ya? Tapi dilihat dari ekspresinya sangat meyakinkan, “
  2. Gaslighter menyangkal pernah mengatakan sesuatu, meskipun korbannya memiliki bukti yang kuat. Mereka pernah mengatakan sesuatu tetapi ketika hal tersebut dikatakan untuk yang kedua kali, si gaslighter akan pura – pura melupakan hal tersebut meskipun korbannya memiliki bukti yang cukup kuat. Tujuannya agar korban mempertanyakan kebenaran dan meragukan dirinya sendiri.
  3. Gaslighter menggunakan orang terdekat/tersayang untuk menghancurkan korban. Jika korban memiliki kekasih, para gaslighter akan mengatakan hal negative tentang kekasih korban. Misal, “ Sebainya kamu jangan pacaran. Memiliki seorang kekasih adalah sauatu pilihan yang buruk. Apalagi kekasihmu seperti itu, “
  4. Selalu menebar kebohongan. Setiap hal yang dikatakan adalah kebogongan. Tidak peduli dengan siapa lawan bicaranya, apapun yang dibicarakannya, dan dimana pun tempatnya, gaslighter akan terus berbohong. Tujuannya adalah agar korban merasa down.
  5. Omongannya tidak sesuai dengan perilakunya.
  6. Gaslighter seringkali mengakui bahwa korbannya tidak memiliki value atau sesuatu untuk ditonjolkan, tetapi di beberapa waktu gaslighter memuji korban. Lagi – lagi tujuannya adalah agar korban meragukan dirinya sendiri.
  7. Gaslighter membuat lingkungan sekitar membenci korban. Gaslighter akan menyebarkan hal buruk tentang korban, dan ketika korban mencoba untuk sadar bahwa orang tersebut adalah gaslighter, maka lingkungan sekitarya tidka akan mempercayainya. Karena gaslighter sudah membangun kepercayaan korbannya yang lain. 

Lantas, apa yang menyebabkan adanya gaslighting ini?

Gaslighting bereksistensi karena adanya perasaan/keinginan untuk mendominasi dalam suatu kelompok atau peran untuk mengungguli seseorang/suatu pihak. Carannya adalah dengan gaslight yang sudah dijelaskan diatas untuk mendapatkan kepuasaannya.

Jadi, bagaimana teman – teman? Apakah dari kalian ada yang pernah atau bahkan sedang berada di dekat gaslighter? Jika iya, segera menjauh, ya. Karena dari segi psikilogis juga mengklasifikasikannya kedalam psikologi abnormal. Terima kasih dan sampai jumpa bertemu di opini selanjutnya.