Cara Tanam Padi Balonyat

Contoh padi yang dibalonyat

Penanaman padi utama sebagai tanaman produksi, biasa digunakan oleh para petani tradisional untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Namun demikian, sebagian petani lain ada pula yang mengembangkan untuk kepentingan bisnis.

Karena untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga, masyarakat umumnya lebih memilih padi yang populer sebagai padi yang pulen (enak) dimakan, seperti ciherang, trisaksi, IR dan lain-lain.

Namun untuk memenuhi kebutuhan lain terhadap padi yang bersifat istimewa, seperti ketan, beras hitam, ungu dan lain-lain, karena jumlah yang terbatas, salah satu tradisi yang ada di masyarakat dikenal dengan sistem balonyat.
Cara menanam padi balonyat cukup unik sehingga menarik. Lalu, bagaimana teknis menanam padi balonyat? Berikut penjelasannya.

1. Menyiapkan benih sesuai dengan keinginan. Misalnya padi ciherang dengan ketan hitam, atau padi jenis lain yang bersifat istimewa. Ya, kebanyakan padi yang dibalonyat memiliki karakter khas, mahal, istimewa, padi relatif tinggi pohonnya.

2. Ada baiknya pemilihan jenis varietas untuk padi balonyat yang memiliki kesamaan umur dengan padi utama, bahkan yang lebih dahulu umurnya akan lebih baik. Misalnya bila padi utama berumur 90 hari, maka balonyat yang berumur lebih kurang dari itu, seperti trisaksi yang hanya 75 hari sudah dapat dipanen. Sehingga tidak terdapat masa menunggu atau tertunda saat panen. Hal ini akan membutuhkan perawatan ekstra bila padi utama telah dipanen lebih dahulu.

3. Sesuai dengan sifatnya, tentu tanaman padi utama sudah tersedia pada lahan. Setelah padi utama selesai ditanam, baru menentukan jenis tanaman padi yang dijadikan balonyat. Tahap ini penting, agar penanaman padi tertib dan teratur.

4. Titik lokasi penanaman padi dapat mengunakan jalur khusus, atau mengikuti jalur seperti padi utama. Namun untuk idealnya dapat diselipkan di antara titik jalur padi utama, untuk mempertahankan keajegan sifat padi yang biasanya pohonnya lebih tinggi dan khas, berbuah lebat dan besar, sehingga mudah ambruk.

5. Gunakan jalur-jalur padi yang menarik mengikuti kaidah border pematang sawah, atau garis barisan padi. Sehingga bila sudah tumbuh akan terlihat cantik dan menarik. Apalagi bagi mereka yang hobi pemandangan alam. Hasilnya akan cukup menarik bila diambil gambar. Lebih keren lagi bila pengambilan gambar menggunakan drone. Luar biasa cantiknya.

6. Tentukan titik lokasi penanam padi sesuai jalur baris padi utama, bila arah angin normal barat-timur, mengikuti pola arah angin di lokasi. Bila arah angin normal angin dari barat ke timur dan sebaliknya saat musim hujan, maka sistem penanam balonyat harus mengikuti jalur selatan-utara, tidak barat-timur, antisipasi tanaman ambruk atau tumbang bila kena angin.

Lain lagi bila arah angin hampir dari setiap arah, umpama sawah di lembah atau daerah lereng, dapat menentukan sesuai estetika, namun titik tanam balonyat harus pada titik tengah dari padi utama.

7. Tentukan jumlah perkiraan bibit yang ditanam dengan cermat, sesuai dengan umumnya. Contoh 1 pohon atau beberapa pohon, untuk antisipasi hama seperti keong. Akan lebih baik bila jumlahnya lebih banyak dari padi utama.

8. Sesuaikan perawatan dan perlakuan seperti pada padi utama, karena ditanam secara terintegrasi. Namun bila dibutuhkan, dapat juga memberi perlakuan khusus untuk padi balonyat, karena sifatnya yang berbeda, umpama sistem perawatan dan pemupukannya, atau sewaktu panen karena perbedaan karakter.

Demikian beberapa penjelasan tentang teknis pola tanam balonyat. Mudah bukan?*