Membuat Kubangan Cacing Tempat Umpan Pancing

Ilustrasi asyiknya memancing ikan

rancah.com –  Untuk memancing para penangkap ikan khususnya pehobi mancing (mancing mania) sudah lumrah tentu saja mempergunakan aneka umpan.
Penyediaan umpan kini seiring gaya hidup para penangkap ikan sudah menjadi industri, sebenarnya cukup menyediakan uang karena dapat dibeli pada toko penyedia alat-alat pancing. Tinggal ditanyakan. Beli. Selesai.

Salah satu jenis umpan pancing yang cukup diandalkan untuk menangkap ikan-ikan liar yaitu yang berbahan baku dari cacing tanah. Atau langsung memanfaatkan cacing asli yang diambil sendiri. Tidak masalah.

Tetapi tentu saja sebenarnya kita dapat mencari dan menyediakan sendiri, untung-untung berhemat. Ya, dapat membuat atau mencari sendiri ke lokasi cacing tanah berkembang biak.

Ya, sekali lagi untuk mendapatkan umpan berupa cacing tanah kita harus melakukan pemburuan di berbagai tempat yang disenangi oleh cacing tersebut.

Nah, dari pada melakukan pemburuan cacing yang relatif sulit saat ini, apalagi bila tidak ada lahan terbuka, kita dapat membudidayakannya.

Tidak ribet, asal ada kemauan tentu bisa. Sederhana, cukup dengan bahan dedaunan hijau, sisa-sisa sampah makanan, atau jerami (batang) padi, kita dapat mengais cacing, hehehe.

Logika kerjanya, istilahnya tidak untuk memburunya, tapi mengundangnya untuk datang sendiri. Jadi lebih elegan brow.

Cara ini sudah dilakukan oleh para orang tua dahulu, sebenarnya, namun lebih terorganisir agar mudah mendapatkannya tatkala kita membutuhkannya.
Oke, ceritanya kita fokus memanfaatkan jerami padi yang biasanya menumpuk sehabis panen lho. Nih caranya. Mari ikuti tahap-tahap berikut ini.

1. Ambil jerami padi yang sisa panen, kira-kira antara 5-7 kg. Bila tidak dapat menemukan jerami, ya gunakan sampah sisa makanan atau aneka dedaunan hijau dari jenis tanaman buah.

2. Simpan jerami tersebut pada lahan atau tanah terbuka. Catatan tanah memiliki kelembaban yang ideal, misalnya di bawah rindang pohon, sehingga tidak terkena secara langsung oleh terik matahari.

3. Lokalisasi lahan tersebut, menjadi semacam kubangan. Kita dapat membatasinya, agar tidak terganggu. Umpama dengan batu atau dibiarkan apa adanya bila di tempat terbuka.

4. Lakukan penyiraman dengan air secara rutin, 2 hari sekali bila tidak sedang musim hujan. Supaya jerami padi tetap lembab dan mudah terurai.

5. Biarkan kubangan antara apa adanya selama satu pekan. Setelah itu, kita dapat menemukan cacing tanah di bawah tumpukan jerami tersebut. Jangan heran kalau ukuran cacing super jumbo lho. Ambil jumlah dan pilih ukuran sesuai dengan kebutuhan Anda tentu saja.

6. Geser jerami yang mulai membusuk dengan menggunakan tongkat, atau perkakas pertanian seperti cungkil, parang, pacul atau lainnya. Garuk-garuk bagian kulit tanah. Cacing pun akan ditemukan.

7. Bila telah tercapai, tutup kembali tanah yang sudah diambil cacingnya oleh jerami tersebut, agar cacing dapat hidup kembali berkembang biak kembali. Jangan lupa ulangi tahapan penyiraman jerami, agar cacing tetap betah di situ.

Cacing tanah dapat dimanfaatkan sebagai umpan untuk para pemancing atau dimanfaatkan untuk kepentingan lain, seperti untuk bahan-bahan kebutuhan pengobatan. Ya, silahkan terserah Anda!