Cara Simpel Memanfaatkan Jerami Busuk Sebagai Pupuk

Tumpukan jerami padi

Memanfaatkan tumpukan jerami padi yang semula dianggap sebagai sampah, untuk dijadikan pupuk khususnya pupuk cair alami, tentu mensyaratkan potensi jeraminya.
Karenanya pemanfaatan pupuk alami itu, berdasarkan situasi umum yang terjadi pada lahan sawah, saat musim tanam kedua dan selanjutnya menjelang kemarau (atau morekat Sunda), pada tahun tanam berjalan.

Tentu akan lebih baik, bila pemanfaatan cara simpel ini direncanakan sejak awal, dari musim tanam pertama (baku, Sunda). Sehingga, jauh-jauh hari kita sudah memiliki perencanaan strategis pemanfaatan sampah jerami padi yang biasanya menumpuk, tidak percuma. Bahkan, dapat diantisipasi jika ada pemanfaatan untuk hal lainnya.
Sekaligus menghemat biaya operasional penanaman padi Anda. Khususnya pada kebutuhan penyediaan pupuk. Jadi biaya pupuk dapat dipangkas. Namun penghasilan padi tetap terjaga. Nah, menarik bukan?

Jerami padi yang mulai membusuk

rancah.com – Seperti pada umumnya di daerah-daerah Jawa Barat panen padi sawah dilakukan dengan cara disabit, lalu digebukkan atau digiling menggunakan mesin, sesuai dengan kemampuan masyarakat setempat. Jarang yang menggunakan mesin mekanik terbaru untuk proses panen.

Nah, sewaktu panen itulah pemilik sawah dapat memohon atau memberi pengertian kepada pekerja untuk mempergunakan tempat penggebukan padi pada pematang sebelah atas petak sawah. Kalau memungkinkan pas pada tempat aliran air (kokocoran, Sunda).

Namun, bila hal itu tidak memungkinkan dikondisikan, biarlah. Asalkan kita memiliki waktu untuk mengalihkan sampah jerami itu pada posisi tadi nantinya. Atau kita membuat posisi khusus pas tengah petak sawah, tempat aliran air (baru) menuju petak berikutnya. Lokasi itu ideal, pas tengah, sehingga aliran air dapat merata nantinya.
Aplikasi pupuk jerami alami itu sebaiknya digunakan tatkala jerami mengalami pembusukan alami. Ditandai dengan pelapukan bagian atas dan pembusukan basah beraroma khas bagian bawahnya. Bila belum mengalami pembusukan jangan digunakan terlebih daulu.

Biarkan air mengalir membelah, melewati tumpukan jerami yang sedang membusuk secara alami. Perhatikan besaran saluran aliran air agar tidak terlampau kuat, untuk antisipasi banjir dan hujan. Secukupnya saja, sekira mengalir secara pelan namun pasti.
Air yang mengalir melewati tumpukan jerami itu akan membawa mikro organisme yang sedang melakukan pembusukan terhadap jerami, kita dapat menyakinkannya dengan mengamati air yang mengalir berwarna coklat-kehitaman.

Evaluasi tanaman padi setelah sepekan berjalan. Kita akan menyaksikan area petak sawah yang teraliri oleh aliran air itu akan lebih subur padinya, dibanding dengan padi yang kurang teraliri. Karena itu usahakan air dari pupuk itu merata.

Lumrah diketahui bahwa jerami padi dapat dijadikan pupuk kompos dengan pengolahan tertentu. Dapat dilihat pada beberapa situs. Atau dijadikan bahan untuk pupuk cair (MOL, mikro organisme lokal). Sebab pohon padi sangat kaya kalium dan unsur nitrogen, yang dibutuhkan oleh aneka tanaman palawija dan padi.

Tentu mengusahakan cara lainnya dapat dikembangkan sesuai dengan kemampuan, namun pasti membutuhkan sumber daya. Setidaknya waktu khusus. Kesempatan ini upaya yang simpel, bagaimana memanfaatkan potensi yang ada di sawah sesuai dengan situasinya. Anda tertarik? Mudah bukan?*