Kaitan Ikan Saat Malam dan Penampakan Rembulan

Ilustrasi hubungan bulan dan ikan

rancah.com – Salah satu ikan komoditi yang amat populer di masyarakat terutama kalangan para nelayan di berbagai pantai Sukabumi selatan: Minajaya, Ujunggenteng, Ciwaru-Palangpang dan Pelabuhanratu, yaitu Ikan Layur (Trichiurus lepturus).

Layur merupakan ikan perairan laut yang mudah dikenal dari bentuknya yang panjang dan ramping. Kabarnya, ukuran tubuh ikan ini dapat mencapai panjang 2 m, dengan berat maksimum tercatat 5 kg dan usia dapat mencapai 15 tahun.

Ikan ini gemar pada siang hari berkeliaran di perairan dangkal dekat pantai yang kaya plankton krustasea. Sedang pada waktu malam ikan ini mendekat ke dasar perairan.
Kegiatan penangkapan ikan layur di daerah Sukabumi pada umumnya menggunakan pancing khusus untuk ikan layur. Dan salah satu faktor yang mendukung keberhasilan penangkapan tersebut yaitu pengetahuan mengenai musim penangkapan ikan layur.
Menurut hasil berbagai penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan indeks musim penangkapan diketahui pola musim ikan layur terdapat pada bulan Desember, Februari, Maret, April, Oktober dan November.

Masa pada bulan-bulan tersebut umunya dalam suasana gelap bulan, karena didominasi oleh musim penghujan, dimana bulan tidak dapat menampakkan dirinya secara jelas, akibat terhalang oleh awal atau cuaca hujan.

Ikan layur amat senang berpetualang di malam hari sewaktu tidak nampak bulan di langit. Inilah salah satu keunikannya suasana malam. Bahkan dikutip oleh quora.com, banyak deskripsi yang menguatkan alasan penangkapan ikan ini efektif di malam hari.
Faktor respon lampu yang nampak dari dalam air laut, turut membantu pergerakan plankton yang akan berkumpul. Lantas gejala ini membuat ikan-ikan menjadi aktif dan agresif.

Selain itu keheningan dan kegelapan malam juga menjadi kamuflase yang cukup efektif untuk menyamarkan kail pancing dan suara-suara bising lainnya yang berpotensi menganggu ikan.

Stimulus cahaya untuk tangkap ikan laut

Bahkan, stimulasi cahaya tadi yang berasal dari atas kapal akan membantu pemancing karena pantulan cahaya menjadi tempat berkumpulnya ikan-ikan pelagis, sehingga akan membentuk rantai makanan baru.

Selain itu, pada umumnya, nafsu makan ikan akan timbul di saat minimnya cahaya baik dari matahari maupun rembulan, misalnya di pagi, sore dan malam hari. Jadilah ikan-ikan tertentu mulai melakukan pergerakan mencari mangsa.

Perkiraan ikan yang beraktivitas malam, kerap ditemukan di kedalaman air sekitar 150 meter. Selain faktor cahaya, hal yang turut mempengaruhi agresivitas ikan karena naik nafsu makan adalah kondisi suhu dan air.

Sebaliknya, saat siang hari kebanyakan ikan akan bersembunyi karena panas, dan karena berbagai jenis ikan lain yang sedang mencari makan.

Adanya hubungan unik antara pola makan ikan layur dan musim tangkap itu diangkat menjadi salah satu motif batik Pajampangan oleh desiner lulusan ITB, Deboorah dengan judul layur dan rembulan.*