Perbedaan Konsep Trias Politika John Locke dengan Montesquie

John Locke dan Montesquie

Rancah.com – Trias Politika secara umum merupakan anggapan bahwa kekuasaan negara terdiri atas tiga macam kekuasaan. Pertama, kekuasaan Legislatif atau kekuasaan membuat undang-undang (Rulemaking Function). Kedua, kekuasaan Ekskutif atau kekuasaan melaksanakan undang-undang (Rulepplication Function). Ketiga, kekuasaan Yudikatif atau kekuasaan mengadili atas pelanggaran undang-undang (Ruleadjudication Function). Lebih lanjut, Tris Politika adalah suatu prinsip norma bahwa kekuasaan-kekuasaan ini sebaiknya tidak diserahkan kepada orang yang sama atau dibagi untuk mencegah adanya penyalahgunaan kekuasaan oleh pihak yang berkuasa.

Doktrin ini pertama kali dikemukakan oleh John Locke pada 1632-1704 dan Montesquie pada 1689-1755 dan pada saat itu di tafsirkan atau di pahami sebagai pemisah kekuasaan. John Locke yang merupakan filsuf Inggris mengemukakan konsep Trias Politika dalam bukunya yang berjudul “Two Treatises on Civil Government (1690)” yang ia tulis sebagai kritik atas kekuasaan absolute dari kerajaan Stuart. Menurut John Locke kekuasaan Negara dibagi dalam tiga kekuasaan yang diantaranya ialah, Legislatif, Ekskutif dan Federatif, yang masing-masing terpisah satu sama lain. Dalam konsep John Locke dalam pembagiaan kekuasaan ini dimana kekuasaan Legislatif membuat undang-undang dan membuat peraturan, kekuasaan Ekskutif yang melaksanakan undang-undang yang didalamnya termasuk kekuasaan mengadili, sedangkan kekuasaan Federatif ialah kekuasaan yang meliputi segala tindakan untuk menjaga keamanan Negara dalam hubungannya dengan Negara lain, seperti, aliansi dan sebagainya, hal ini dikenal dengan Hubungan Internasional.

Beberapa puluh tahun kemudian, filsuf Prancis Montesquie mengembangkan lebih lanjut pemikiran dari John Locke di dalam bukunya “L’Esprit des Lois (The Spirit of The Law)”. Disamping itu juga di pengaruhi oleh tiran dari raja-raja Bourban, Montesquie menginginkan susunan sistem pemerintahan dimana warga negaranya merasa lebih nyaman dan haknya terjamin. Dalam uraiannya ia embagi kekuasaan pemerintahan dalam tiga cabang, yaitu kekuasaan Legislatif, kekuasaan Ekskutif, dan kekuasaan Yudikatif. Menerutnya, ketiga cabang kekuasaan ini haruslah terpisah satu sama lain, baik mengenai tugas, fungsi maupun perangkat-perangkat yang menyelenggarakannya.

Legislatif sebgai pembuat undang-undang, kekuasaan Ekskutif meliputi penyelenggara undang-undang yang menurut Montesquie diutamakan tindakan dalam bidang politik luar negeri), sedangkan kekuasaan Yudikatif ialah kekuasaan mengadili atas pelanggaran undang-undang.

Berbeda dengan John Locke jika ia memasukan kekuasaan Yudikatif ke dalam kekuasaan Ekskutif yang melaksanakan undang-undang serta mengadili. Montesquie memandang kekuasaan Yudikatif tersebut sebagai kekuasaan yang berdiri sendiri, sebab adanya badan Yudikatif letaknya kemerdekaan individu dan hak asasi manusia dapat terjamin dan dipertaruhkan. Dalam hal ini disebabkan Montesquie dalam kehidupan sehari-harinya sebagai seorang hakim. Lebih lanjut, Montesquie mengetahui bahwa kekuasaan Ekskutif itu berlainan dengan kekuasaan pengadilan. Sebaliknya dimana hubungan luar negeri yang disebut Jhon Locke sebagai kekuasaan Federatif, Sedangkan Montesquie di masukan kedalam kekuasaaan Ekskutif.

Itulah sedikit dari banyaknya perbedaan konsep pemikiran John Locke dengan Montesquie menegnai Trias Politika (pembagian kekuasaan).