Menimbang Tanam Padi Cara Balonyat

Ilustrasi hasil tani buah padi

Rancah.com – Menanam padi dengan menerapkan sistem Balonyat, yang dipadu dengan jenis padi lain yang bersifat khusus, selain menjadi pilihan pragmatis karena memudahkan, tentu juga pada sisi yang lain dapat merugikan petani.

Berikut beberapa kerugian yang diakibatkan oleh sistem tanam padi yang menerapkan balonyat dengan jenis padi khusus seperti ketan, yang sempat dihimpun oleh penulis.

1.Saling hantar hama

Tanaman balonyat karena disertakan dalam lahan utama, sedikit-banyaknya akan terbawa situasi umum pada padi utama. Dalam hal pengaruh positif, karena ketahanannya itulah harapan semua pihak. Namun, saat diserang hama justru akan menjadi buah simalakama. Tanaman padi utama karena jaraknya, ikut serta menjadi korban.

Bahkan terkadang balonyat menjadi penyebab munculnya hama. Bila terkena hama salah satu varietas (utama maupun balonyat) lantas akan menyerang yang lain, karena lebih disenangi oleh predator tertentu, misalnya.

2.Beda usia tanaman

Dua jenis varietas yang berbeda tentu berpengaruh terhadap penanganan tanaman. Belum lagi perbedaan karakter tanaman, hal itu memerlukan penambahan sumber daya. Contohnya tanaman utama sudah dipanen, sedang yang balonyat belum, karena umurnya berbeda. Adanya jeda waktu ini, akan berpengaruh terhadap penanganan dan lingkungan serta untuk lahan lahan dan pemanfaatan sawah berikutnya. Setidaknya kita harus memiliki waktu hingga semua tanaman utama maupun balonyat selesai dipanen.

3.Perlu fasilitasi khusus

Dalam hal penanganan khusus, tentu akan berpengaruh pula pada penyediaan sarana tamabahan. Umpamanya penyediaan alat untuk pengendalian dari ambruk atau ayeuh. Seperti tali, tambang atau bambu penopang tanaman padi.
Bahkan dalam tradisi para pekerja yang menyelesaikan panen, tanaman balonyat cenderung dilirik sebelah mata, banyak yang akan mengabaikannya.

Alasan kurang mendapatkan perhatian yang lebih dari masyarakat umum, sehubungan umumnya balonyat bukan jenis padi yang menjadi bahan pangan utama. Untuk itu tentu kita harus menyiapkan pekerja khusus untuk pengolahan dan penanganannya.

4. Hasil kurang optimal

Kemungkinan karena saling mengganggu perkembangan, karena jarak yang rapat, dengan cara ditanam pas tengah jarak tanam normal, tanpa menerapkan legowo, akan mengurangi perkembangan tanaman.

Selain itu perbedaan karakter tinggi tanaman juga turut membantu memberi pengaruh pertumbuhan karena daya lesakan tanaman, disebabkan sempit rongga jarak tanam.
Beberapa pengaruh itu salah satunya terhadap pertumbuhan anakan tanaman yang terbatas dan tipikal pohon yang cenderung lebih tinggi namun dengan ukuran batang yang kecil lebih kecil dari biasanya.

Akhirnya, buah yang menjadi incaran akhir dari hasil pertanian berkurang, karena gangguan-gangguan itu bersifat komulatif. Ini menjadi faktor yang merugikan tentu saja.
So, pertimbangkanlah secara matang dan bijak untuk menerapkan sistem tanam balonyat.*