Karena Seumur Hidup Itu Terlalu Lama

Seumur Hidup
Foto: pinterest.com

Rancah.com – Dalam suatu hubungan asmara baik itu yang masih berpacaran atau yang sudah menikah. Pastinya hal yang sangat lumrah mengenai selisih paham, perdebatan , meninggikan ego dan perpisahan. Siapapun tidak ada yang bisa menghindari salah satu dari hal-hal tersebut.

Justru itu kita harus benar-benar menemukan seseorang yang tepat, tepat dalam artian, dia mampu mengerti dirimu , dan kamu mampu mengenali dirinya. Sebaik-baiknya hubungan jika tidak mampu saling memahami pastinya tidak akan berjalan baik bukan ?. Kalian pasti pernah mendapat pertanyaan seperti ini .

“ Kamu Serius Pacaran sama dia ? “

“ Kok kamu mau sih sama dia ? “

“ Yakin kamu sama dia ? “

Dan banyak pertanyan-pertanyan lainnya yang pasti sudah tidak asing di telinga kalian yang sudah memiliki pasangan. Tetapi, apa kalian sudah bertanya dengan diri kalian sendiri seperti :

“ Aku udah bener gak sih nerima dia ?”

“ Dia pantes gak sih buat aku ?”

“ Bisa gak sih aku menerima sifat yang dia punya ? “

Apa kalian sudah pernah menanyakan itu ke diri kalian ? , Jika belum, coba sekarang tanya pada diri kalian seperti itu.  Sembari melakukan pertanyaan tersebut, kalian coba ingat-ingat apa memang benar dia yang selama ini kamu inginkan ?, Karena untuk kehidupanmu setelah memilih dia , itu bukan tentang hidupmu saja, bukan tentang dia saja , tetapi tentang hidup kalian berdua. Jika ada suatu hubungan hanya didasarkan ketertarikan sesaat tanpa memahami satu sama lain , kurasa itu tidak akan baik kedepanya.

Sebagai contoh : kalian berpacaran, sudah membicarakan ke jenjang yang lebih serius , sudah benar- benar memastikan bahwa dialah yang akan membersamaimu sampai kapanpun. Tetapi, sampai saat ini ada sesuatu hal yang kamu tidak sukai dari dirinya, kamu sudah membicarakannya tetapi dia masih saja melakukannya , apa masih kalian akan melanjutkannya ?.

Contoh spesifik : pasanganmu adalah type orang yang temperamental jika kamu salah sedikit saja dia sudah mulai main tangan , dia sudah mulai tidak menghargaimu , tetapi karena kamu sayang, kamu selalu memaafkannya , berulang-ulang kali sampai kamu menikah , apa menurutmu itu benar ? dengan mengatas namakan cinta ?, contoh lainnya lagi : kamu seorang yang pekerja keras , kamu mau hidupmu nanti jauh lebih baik dari kehidupanmu sekarang , kamu berusaha memenuhi kebutuhan financial mu dengan bekerja pagi , siang sampai malam , tetapi pasanganmu tidak melakukan hal yang sama , dia adalah tipe orang yang santai , menyepelekan masa depan dan selalu menggangap masa depan itu adalah takdir, tetapi dia membayangkan financial yang sangat bagus , pada akhirnya kamu-lah alatnya untuk dia mencapai ekspetasinya tersebut, coba kamu bayangkan ? apakah adil ? apakah kamu akan membiarkan sifat-sifat seperti itu menghantui mu seumur hidup ?

Perlu kalian ketahui Seumur Hidup Itu Terlalu Lama , kalian berdua akan hidup bersama, menjalani semua problematika yang ada , situasi senang ataupun sulit dia adalah partnermu sampai tua nanti. Dan pasti banyak yang bertanya :

“ Ada kok yang sudah menikah lalu bercerai ? “

“ Dulu dia baik , Tetapi setelah menikah kok dia berubah ? “

Nah, justru itu yang harus kalian benar-benar ketahui bahwa, memahami pasangan kalian untuk Seumur Hidup Itu Terlalu Lama. Tidak ada yang salah dalam Bercerai , maupun Putus walaupun sudah lamanya berpacaran ataupun menikah maka dari itu sekaranglah saatnya kamu menanyakan dan mengkoreksi hubunganmu apakah sudah siap untuk kejenjang yang lebih serius. Kita butuh dihargai oleh pasangan kita masing-masing, hal-hal kecil seperti , kamu menyukai genre lagu pop misalnya dan pasanganmu menyukai genre lagu rock , di sana kalian harus memahami satu sama lain , sesekali kalian akan mendengarkan lagu pop bersama-sama menyanyi bersama- sama tanpa ada yang terlihat tidak suka , dan keesokan harinya mungkin kalian menonton konser rock bersama menikmati setiap konsernya dan tertawa bersama, mengasikan bukan ? jika kalian bisa menyukai apa yang pasangan kalian sukai. Jadi sekarang saatnya coba mulai bertanya hal-hal kecil yang pasangan kalian sukai , berusaha untuk menyukai hal-hal tersebut, dan kamu juga harus membiasakan itu ke pasanganmu , menyuruh mereka untuk memahami mu, mana yang kamu sukai mana yang tidak kamu sukai.

Kebiasaan-kebisaan yang sering kalian lakukan saat berpacaran hendaknya jangan dirubah sampai kalian menikah nanti atau menua bersama , seperti halnya kalian menyukai travelling bersama dengan menabung bersama-sama , menggunakan tabunganmu setengah dan tabungan pasanganmu setengah , itu akan menjadi tantangan yang sangat luar biasa untuk kalian nikmati di saat menikah, contoh lain hal-hal kecil seperti jalan ke mall kalian selalu bergandengan , menikmati ice cream 2 rasa dalam satu cup, membukakan pintu swalayan dan membiarkan pasanganmu masuk duluan kedalamnya, tetap memegang prinsip kamu adalah rajaku dan aku adalah ratumu , jika berpergian kalian selalu 50 : 50 tentang pembayaran, itu adalah hal-hal yang simple tetapi bermakna untuk kalian dikemudian hari, jika kalian tidak merubah hal-hal sekecil itu , hal-hal besarpun akan berpengaruh dengan hubungan kalian , dan dari sinilah kalian harus mengetahui bahwa, jangan sia-siakan Seumur Hidup kalian dengan orang yang salah , karena Seumur Hidup Terlalu Lama untuk memaafkan.