Dalil-Dalil Setan

Rancah.com – Agama yang pada intinya adalah sarana pengejawantahan sifat rahman dan rahim Tuhan, telah dimanipulasi sedemikian rupa oleh sebagian pihak sehingga hanya kebencian, kemarahan, keberingasan dan kebrutalan, yang akhirnya tampak lebih menonjol. Agama yang sejatinya menjadi rahmat bagi alam semesta, di tangan kelompok mereka itu, berubah menjadi ancaman dan teror.

Dalil-dalil setan itu sukses menjadikan agama sebagai momok. Sebagian masyarakat awam kemudian menjadi bertambah alergi dan menghindari pembicaraan yang ada sangkut-pautnya dengan agama. “Awas, nanti ada gerombolan yang suka mengatasnamakan Tuhan yang akan sigap menghakimimu sebagai penista,” batin mereka.

Sebagian lagi menjadi produk yang mudah dihasut dan dibentuk untuk mahir mengutuk-ngutuk. Mengutuk agama dan keyakinan yang berbeda. Mengutuk amalan dan mazhab yang tidak sama. Mengutuk ulama dan pemerintah yang berseberangan dengan ideologi mereka. Kutukan berdasarkan bisikan setan.

Anehnya, suatu ketika ada yang menyatakan bahwa kitab suci itu fiksi, kelompok yang merasa sebagai juru bicara Tuhan itu seolah-olah kehabisan kata-kata, tiba-tiba membisu seribu bahasa. Padahal meyakini keberadaan kitab suci adalah bagian dari rukun iman. Bagaimana mungkin dalil-dalil yang mati-matian biasa mereka lontarkan untuk bela agama itu ternyata berdasarkan sesuatu yang bersifat fiksi?

Kerendahan hati, keramahan, dan besarnya rasa belas kasih Rasulullah SAW seolah ditenggelamkan oleh kegarangan dan kebengisan aksi-aksi mereka. Mengangkat harkat dan derajat kaum perempuan di jaman Rasulullah Saw, yang oleh banyak ilmuwan dianggap gagasan paling modern pada masa itu, oleh ISIS dijungkirbalikan. Mereka justru melahirkan kembali penindasan dan perbudakan terhadap kaum wanita, sebagai budak sex.

Inilah, ketika agama berselingkuh dengan kepentingan politik, kemudian bersekongkol dengan militer, maka lahirlah organisasi semacam ISIS, yang didukung dalil-dalil setan siap untuk mengumandangkan teror ke seluruh penjuru dunia.

Dengan mencatut nama Tuhan, lidah mereka enteng memutar-balikan fakta dan lincah beratraksi melontarkan fitnah. Spesies non budi pekerti dan tak kenal malu itu mencoba mengangkangi sejarah agar bisa menjarah sebuah negara. Ideologi Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika yang dirintis para leluhur demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia hendak mereka rubah.

Terbukti, dengan menghalalkan segala cara demi menjadi penguasa, beberapa negara menjadi porak-poranda dibuatnya.

Indonesia adalah negara yang sudah lama diintai untuk dibantai, kemudian dibiarkan menjadi bangkai agar menjadi santapan Burung Nazar yang hidup dari kebusukan. Nama Tuhan yang mulia disebut seiring kecaman dan hujatan. Nama Tuhan diteriakan seiring kebrutalan dan keberingasan. Nama Tuhan diucapkan seiring lemparan batu, anak panah, peluru dan bom molotov, ke sesama saudara muslim lainnya.

Pintu masuk mereka adalah dengan menyatakan sistem demokrasi adalah sistem Dajjal. Presiden dan semua aparatur negara adalah Thogut. Mayoritas masyarakat adalah ahlul bid’ah, pemuja Khurafat dan Tahayul. Hukum yang digunakan adalah hukum kafir.

Mari cerdaskan anak bangsa dengan meningkatkan minat baca, agar tidak mudah dihasut dengan propaganda murahan atas nama agama. Jangan sampai dalil-dalil setan menjadikan Nusantara tercinta ini seperti Libya, Somalia, Sudan, Iraq dan Syiria, yang telah rusak dan luluh lantak.