Apakah Angka Menentukan Segalanya?

Angka 17, 4, 7, 9 dihindari di sejumlah negara, di Indonesia?

Rancah.com – Penentuan dalam hidup ini sepertinya diatur oleh angka. Apakah pernah berpikiran seperti itu? Angka dijadikan sebagai tolak ukur seseorang. Saat mendengar angka dalam hidup ini menjadi sesuatu yang wow bagi semua orang. Apakah masih belum terpikirkan angka yang seperti apa? Aku kasih contoh ya.

Mulai dari hal dasar, saat kita berada di bangku sekolah mau itu SD,SMP atau SMA tentu kita dituntut untuk mendapatkan nilai tinggi. Ya kita dituntut untuk nilai 100 agar memberikan pesan sempurna. Setelah mendapatkan nilai tinggi tentu akan masuk ranking dan dikelompokan sebagai murid yang pintar hehe. Gitu gak sih biasanya? Padahal pada dasarnya semua manusia diciptakan mempunyai akal dan kepintaran masing-masing. Tolak ukur kepintaran tidak hanya dilihat dari ranking atau seberapa besar nilai yang diperoleh. Tidak selamanya yang tidak masuk ranking tidak pintar. Bisa aja orang tersebut pandai dalam berolahraga atau kesenian, itu dapat dikatakan suatu prestasi juga lohh apalagi kalau fokus dan menekuni bidang yang disukainya. Sama halnya dengan pendapatan, kesuksesan seseorang dilihat dari pendapatannya perbulan. Sepertinya jika pendapatan atau gaji yang diperolehnya tinggi akan dianggap sukses. Padahal pendapatan dengan pengeluaran sama-sama tinggi. Hhhmmm, sungguh hal yang tidak dapat diukur sebenarnya. Kesuksesan pun tidak ditentukan oleh umur, mau diusia berapapun tidak ada kata terlambat untuk sukses selama kita terus belajar.

Berbicara tentang usia, kita sepertinya sudah ditentukan untuk menikah di usia berapa tahun. Terutama untuk wanita, ia akan dituntut untuk menikah sebelum umur 25 tahun. Rasanya jika menikah di usia 26 atau lebih akan dianggap gagal dalam menjalin hubungan. Tapi kenyataanya, sah sah aja kok, wajar aja kok, itu semua pilihan hidup dan jalannya seseorang. Di usia berapapun anda menikah diterima baik-baik aja selama prosesnya sesuai menurut agama dan negara.

Aduh hidup ini terlalu rumit memang, seperti semua sudah mempunyai patokan masing-masing. Padahal pada kenyataannya kita hanya bisa berencana selebihnya Tuhan yang menentukan. Jangan pernah menganggap bahwa kita terlambat. Jangan pernah merasa gagal dengan keadaan di usia anda mau berapapun itu usianya. Usia 15 tahun, 20, 30 atau lebih teruslah berjuang teruslah berusaha dan jangan pernah berhenti belajar.