Mengatasi Tanaman Padi Yang Mulai Kekurangan Air

Sawah yang kekeringan — sumber: jabarekspres.com

Rancah.com –  Salah satu masalah yang acapkali dihadapi oleh para petani pada saat musim tanam kedua dan selanjutnya (porekat) pada tahun tanam berjalan, seperti terjadi sekarang ini, yaitu ancaman kekeringan sawah, yang gilirannya panen terancam gagal.
Untuk mengatasi masalah itu, salah satunya kita dapat mengantisipasi sejak awal dengan cara cukup jitu, yaitu mengganti pola tanam padi pada media selain pada tanah langsung. Alias pada media tanam buatan, seperti polybag dan pot seperti drum, ember, atau kolam dari terpal.

Tetapi bila sudah kadung terjadi, karena sudah menjadi tradisi menanam pada lahan sawah dengan tanah basah, kita dapat juga melakukan cara-cara untuk mengatasinya, antara lain berikut ini :

• Melakukan pembagian aliran air secara bergilir, pada internal sawah kita. Pembagian ini upayakan semerata mungkin, sesuai dengan debit air yang tersedia dengan luasan lahan, kita dapat menerapkan gilir pertiga hari sekali. Selambatnya perpekan.

• Menghemat penggunaan air sawah hanya sekedar lahan macak-macak. Tidak harus menggenang tanaman padi berlebihan. Jadi pemakaian air menjadi efektif.

• Sisa air yang tidak terpakai dapat dimaksimalkan pada pembuatan area resapan atau cadangan. Untuk area resapan kita dapat menentukan pada area sayap kanan-kiri dari lahan sawah. Area ini juga dapat dimanfaatkan untuk pemeliharaan ikan musiman. Sehingga menjadi dobel penghasilan. Cadangan air ini tatkala dibutuhkan mudah mengalirkannya ke sawah.

• Membuat pertahanan air dengan memelihara berbagai pohon yang berfungsi sebagai penahan air di sekitar area sawah kita. Sebaliknya mengurangi aneka tanaman yang banyak membutuhkan air.

• Memanfaatkan secara optimal penggunaan air. Ibaratnya setetespun tidak boleh terbuang percuma. Jadi aliran pembuangan, tatkala air seret dapat ditutup seyakin-yakinnya.

• Membangun kolam cadangan air tersendiri, selain resapan. Kolam cadangan air ini dapat difungsikan pula sebagai kolam permanen. Tidak musiman. Namun memastikan air tidak meresap atau terbuang. Kolam cadangan air diposisikan ditengah area dan di lokasi yang relatif paling tinggi dpl-nya (di atas permukaan laut). Nah, tatkala air berkurang, kolam cadangan dapat mensuplai ke berbagai petak sawah secara mudah. Cukup menggunakan slang plastik.

• Cara lain juga masih memungkinkan. Cara ini sudah sering kita jumpai dilakukan oleh para petani, namun membutuhkan sumber daya yang lain seperti penyedotan dari sungai atau penyiraman menggunakan mesin penyedot atau mesin steam.
Nah, demikian kita tinggal menentukan dan memilihnya bukan?*