Unik! Begini Cara ‘Mencuci Tangan’ Ala Influencer

Rancah.com – Dunia dan Indonesia saat ini tengah diterjang badai pandemi Covid 19. Menurut pakar, salah satu tindakan preventif untuk mencegah penularan covid 19 adalah dengan rajin mencuci tangan terutama setelah beraktivitas. Tindakan ini diklaim cukup ampuh untuk membunuh virus Covid 19. Berbeda dengan apa yang dilakukan oleh beberapa influencer yang penulis rangkum dibawah ini, mereka juga dengan cerdas dan tepat “mencuci tangan”, akan tetapi mencuci tangan dari masalah dan persoalan yang telah mereka perbuat, sama-sama bersifat membersihkan, perbedaannya mereka “mencuci tangan” untuk membersihkan nama, dan kontroversi yang mereka perbuat. Simak, berikut ini media dan cara para influencer dalam “mencuci tangan”.

  1. Video klarifikasi

Berbuat kesalahan dan meminta maaf dengan membuat video klarifikasi. Pepatah online mengatakan “habis masalah terbitlah video klarifikasi”. Karena kebebasan berekspresi dan berkarya yang ditawarkan dalam era digital, tentunya juga berdampak munculnya perbuatan bodoh dan kontroversial. Uniknya, tren yang satu ini tidak dapat lepas dari figur influencer, terutama mereka yang sedang bermasalah. Sehingga mengubah pola pikir sebagian orang, bahwa berbuat bodoh dan kontroversi wajar dalam jalan mencari tren, lalu menambalnya dengan video klarifikasi. Ada banyak jenis video klarifikasi, dari yang dibuat untuk meminta maaf secara sungguh-sungguh, sampai yang berharap ketenaran. Keduanya menurut penulis sama, yakni berharap publik memaafkan dan membersihkan nama serta dapat menarik ketenaran.

Anji contohnya, setelah tersandung kasus penggiringan opini melalui sugesti obat herbal penyembuh Covid-19, Anji lalu meminta maaf menggunakan video klarifikasi di platform youtubenya, melalui klarifikasi tersebut Anji berharap dapat meluruskan permasalahan yang ia buat, padahal dulu Anji sempat mengkritik tren video klarifikasi di kanal Youtubenya. Sedangkan, video klarifikasi penarik fame biasanya dilakukan bocah yang butuh pengakuan melalui kontroversi yang ia buat. Seiring dengan maraknya video klarifikasi, banyak yang menggunakan cara ini sebagai ajang permintaan maaf paling mudah. Sebab itu video klarifikasi mengurangi makna serta esensi dari permintaan maaf itu sendiri, akhirnya permintaan maaf tersebut tidak memiliki nilai berarti.

  1. Bergabung bersama relawan dan donator Covid-19

Dokter Tirta. Kenapa penulis memunculkan nama itu?, siapa yang tidak mengenal Dokter. Tirta, dokter yang menjadi salah satu garda terdepan penanggulangan Covid 19 ini telah berjasa dibidang edukasi dan preventif Covid 19. Tapi jika kita perhatikan, posisi dan citra Dokter Tirta sebagai relawan yang memiliki basis penggemar di sosmed ini, pernah menjadi perisai oknum influencer sebagai sarana “cuci tangan”.

Pernah ingat kasus selebgram yang menjual keperawanan 2 miliar untuk donasi Covid-19?, kasus ini sempat dilaporkan dengan tuduhan penyebaran konten asusila. Akhirnya bertempat di markas gugus tugas relawan Covid 19, ia memutuskan menggandeng Dokter Tirta untuk membuat klarifikasi yang disiarkan secara langsung di akun instagram Dokter Tirta. Sedangkan kasus influencer lain terkait kontroversi pernyataan tidak ingin mencuci tangan, pun ujung-ujungnya mengaku bersalah, menyalahkan dirinya yang introvert, hingga akhirnya mencoba membersihkan namanya dengan menjadi relawan bersama Dokter Tirta. Menurut penulis terlepas dari apa niat influencer diatas, keberanian dan tindakan influencer tergolong baik, akan tetapi tidak lepas dari unsur cuci tangan, guys.

  1. Sowan ke Podcast Youtube

Sudah bukan rahasia lagi, Podcast merupakan media yang mainstream digunakan influencer kontroversi sebagai ajang klarifikasi. Cara cuci tangan dengan datang ke Podcast Youtube sebenarnya memiliki maksud yang tidak jauh dari membuat pembenaran melalui video klarifikasi, perbedaanya terletak pada kualitas pembawa acara dan program Podcast tersebut.

Jika kita mendengar konten Podcast Youtube maka tidak jauh dari Deddy Corbuzier, tidak perlu diperdebatkan kualitas dari Podcast Youtube Deddy Corbuzier, dari Menteri, Gubernur, artis, influencer, orang penting hingga orang yang tidak penting telah sowan ke Podcastnya, ketik saja keyword ‘klarifikasi’ pada kolom pencarian di Youtube Podcast Deddy Corbuzier akan menghiasi hasil pencarian anda. Tidak perlu disebutkan jumlah dan daftar influencer yang membuat masalah dan memilih Podcast Deddy Corbuzier sebagai tempat pembersihan nama. Menurut penulis Podcast youtube Deddy Corbuzier menjadi media yang populer dipilih karena berani memunculkan sisi lain dari figur yang diundang, ini sekaligus menguntungkan bagi influencer yang memiliki pendapat dan pandangan dari sisi yang berbeda terkait masalah yang ia hadapi.

  1. Mundur Dari Jabatan

Cara ini mungkin paling dekat dengan pejabat publik dan aktor politik, karena dapat dikatakan bahwa orang-orang itu yang memiliki afiliasi dengan pemerintahan. Model cuci tangan yang tengah viral dan menjadi pilihan penulis adalah kasus Belva Devara. Belva dikenal sebagai CEO utama Ruangguru, namanya semakin melejit ketika masuk sebagai jajaran staf kusus milenial Presiden Jokowi, menurut penulis Belva juga merupakan influencer yang cukup inspiratif dikalangan anak muda.

Namanya tercoreng karena indikasi konflik kepentingan seiring terpilihnya Ruangguru sebagai mitra resmi program Kartu Prakerja pemerintah. Kekuasaan memang syarat akan konflik kepentingan, Lord Acton pernah mengatakan “Power tends to corrupt dan absolute power corrupt absolutely” kekuasaan cenderung korupsi, dan kekuasaan absolut absolut korupsi. Jika melihat pernyataan Lord Acton konflik kepentingan dan korupsi merupakan salah satu produk kekuasaan,

Teori ini penulis kutip sebagai refleksi terkait jabatan Belva pada saat kasus tersebut muncul, walaupun tidak terbukti penyelewengan dan telah diklarifikasi pemilihan Ruangguru sebagai mitra pemerintah telah melalui tahapan verifikasi, tetapi jika dilihat dari pendekatan politik, bukan tidak mungkin kedepannya kerjasama ini akan menghambat eksekusi program, menimbulkan kasus korupsi, “Abuse of Power” dan akan menurukna kepercayaan publik terhadap pemerintah. Jadi permasalahan sebenarnya adalah posisi CEO Ruangguru pada saat itu merangkap sebagai stafsus Presiden, sehingga publik mendesak ia harus memilih, jabatan atau proyeknya.

Tersangkut kasus tersebut, Belva merespon cepat dengan mengajukan surat pemunduran dirinya dari Stafsus Presiden, setelah kemundurannya ia juga berkontribusi menyumbangkan seluruh pemasukan Skill Academy yang bekerjasama dengan pemerintah untuk biaya penanggulangan Covid-19. Belva mengatakan seluruh biaya selama ini dikeluarkan untuk program Kartu Prakerja menjadi tanggung jawab Ruangguru, termasuk biaya produksi, kelas pelatihan, tunjangan instruktur dan lain sebagainya. Sebelumnya juga terjadi kasus serupa, Andi Taufan Stafsus Milenial sekaligus pendiri PT Amertha tersandung kasus terkait suratnya kepada camat se-Indonesia, dalam surat itu juga disebutkan kerjasama dengan PT Amartha Mikro Fintek, yang akan berpartisipasi dalam menjalakan program relawan desa melawan Covid 19 di Sulawesi dan Sumatera, ia juga mencuci tangan dengan kemundurannya dari posisi Stafsus Milenial.

Keputusan politik Belva dan Andi-Taufan merupakan jalan yang terbaik, mengingat citra publik terhadapnya, dirasa perlu untuk meningkatkan dan menjawab kesan profesional dan kredibilitas mereka, cara mencuci tangan yang elegan dan berkelas dari seorang CEO sekaligus mantan Stafsus Presiden.

Itu adalah berbagai cara yang oleh dilakukan para influencer untuk mencuci tangan, ada yang positif adapula yang negatif, konsepnya seragam yakni membersihkan nama, dan kontroversi dengan pembelaan maupun tindakan positif. Bagaimana? Menurut pembaca, cara “cuci tangan” siapa yang paling unik?.

-FAS

#OPINI

Seluruh isi artikel tanggungjawab penulis