Polisi Tangkap Muncikari, Terungkap Tarif Layanan Pemandu Lagu Plus-plus di Madiun

Ditreskrimum Polda Jatim merilis kasus karaoke plus-plus di Madiun, Senin (14/9/2020). IDN Times/Dok. Istimewa via IDN Times Jatim

Rancah.com – Ditreskrimum Polda Jatim pada Rabu (9/9/2020) melakukan penggerebekan In Lounge Pub an Karaoke yang ada di Jalan Bali, Kota Madiun.

Tempat hiburan malam tersebut diduga menyediakan wanita pemandu lagu yang bisa diajak berhubungan badan oleh pengunjung ynag hadir kelokasi tersebut.

Biaya layanan plus dari pemandu lagu itu dihargai sekitar sebesar Rp1 juta-1,9 juta untuk dapat menikmati layanan tersebut.

Dilansir dari Sindonews, Polda Jatim telah menetapkan YAP (46) seorang papi atau mucikari di In Lounge Pub and Karaoke sebagai tersangka.

Tersangka tersebut dijerat pasal 296 KUHP dan pasal 506 KUHP dengan ancaman hukuman selama dua tahun.

“Yang bersangkutan (pemandu lagu) mendapatkan keuntungan berupa uang tip,” ujar Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, Senin (14/9/2020).

Dari uang tip tersebut tersangka mucikari YAP mendapatkan tip Rp400.000. Sisanya, Rp1,5 juta diberikan kepada pemandu lagu yang melayani jasa esek-esek itu.

Ada lima pemandu lagu yang dijajakan oleh YAP. umurnya rata-rata 20 tahun. Mereka adalah AF (20), WA (20), DS (20), SM (21), DW (25).

Dari kelima pemandu lagu tersebut, ada yang dari Kediri, Ponorogo. Bahkan ada yang dari Sleman, Jawa Tengah.

“Kasus ini ditangani penyidik Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim,” kata Truno.

Tersangka YAP mengaku baru dua bulan menjalankan kegiatannya sebagai mucikari di di In Lounge Pub and Karaoke. YAP menyatakan selama ini hanya beroperasi di karaoke tersebut dan tidak di tempat lain.

Ia menyediakan pemandu lagu yang bisa diajak berhubungan badan hanya dari permintaan pengunjung. Rata-rata tarif yang dipasang untuk sekali berhubungan badan antara Rp1 juta-1,5 juta.

“Saya tidak mematok harus dapat berapa (dari transaksi),” kata YAP.