Pertamina Respons Pernyataan Ahok Soal Borok Direksi

Ilustrasi logo Pertamina.(SHUTTERSTOCK/Joachim Affeldt)

Rancah.com – Komisaris Utama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok baru-baru ini blak-blakan soal aib di tubuh PT Pertamina (Persero) yang beredar di Youtube.

Menanggapi hal tersebut, VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menyampaikan pihaknya menghargai pernyataan Ahok karena itu sejalan dengan program restrukturisasi di Pertamina agar perusahaan menjadi lebih cepat, lebih adaptif dan kompetitif.

“Kami menghargai pernyataan Pak BTP sebagai Komut yang memang bertugas untuk pengawasan dan memberikan arahan. Hal ini juga sejalan dengan restrukturisasi Pertamina yang sedang dijalankan direksi agar perusahaan menjadi lebih cepat, lebih adaptif dan kompetitif,” ujar Fajriyah seperti dikutip dari CNNIndonesia, Rabu (16/9/2020).

Fajriyah menjelaskan Pertamina dan beberapa anak perusahaan telah menerapkan ISO 37001:2016 mengenai Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP).

Perseroan juga sudah menjalankan kerjasama dengan KPK dan juga PPATK sejak 2018 sebagai komitmen perseroan untuk lebih transparan, dan memastikan semua sesuai dengan prosedur.

“Hal-hal yang bersifat corporate action dilakukan manajemen dalam rangka pertumbuhan perusahaan dan juga memastikan ketahanan energi nasional. Tentu saja pastinya akan mempertimbangkan internal resources dan dilakukan secara prudent dan profesional,” jelasnya.

Ia mengatakan akan terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan komisaris serta stakeholder terkait agar semua terinfokan dengan baik apa yang sedang dijalankan oleh Pertamina.

Sebelumnya, Ahok dalam sebuah video yang diunggah channel YouTube POIN pada Senin (14/9) membuka boroknya direksi di Pertamina.

Menurut Ahok, dirinya sempat marah karena pergantian direktur tanpa sepengetahuan dirinya.

“Ganti direktur bisa tanpa kasih tahu saya. Saya sempat marah-marah juga. Direksi-direksi semua mainnya lobi ke menteri, karena yang menentukan itu menteri,” ujarnya dalam video.

Selain itu, Ahok mempermasalahkan pula soal pencopotan jabatan yang tidak disertai perubahan gaji dari karyawan. Dia memisalkan jabatan direktur utama anak perusahaan Pertamina dengan gaji Rp 100 juta lebih dicopot.

“Masa dicopot gaji masih sama. Alasannya karena orang lama. Ya harusnya gaji mengikuti jabatan Anda kan. Tapi mereka bikin gaji pokok gede semua. Jadi bayangin gaji sekian tahun gaji pokok bisa Rp 75 juta. Dicopot, gak ada kerjaan pun dibayar segitu. Gila aja nih,” tambah Ahok.

Ahok mengakui sistem tersebut yang akan dia ubah di Pertamina. Selain itu, dia pun akan memotong birokrasi soal pangkat. Menurutnya, nantinya sistem pangkat akan melalui jalur lelang terbuka.

Selain perkara gaji, Ahok juga menyinggung soal utang perseroan.

“Udah utang US$ 16 miliar. Tiap kali otaknya minjem duit. Saya kesel nih,” katanya.