Diminta Jokowi Turunkan Kasus Covid-19 dalam Dua Minggu, Luhut Fokus Lakukan 2 Hal lni

Foto: Instagram @luhut.pandjaitan

Rancah.com – Menko Kemaritiman dan Investasi,┬áLuhut Binsar Pandjaitan diminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menangani virus Corona (COVID-19) di 8 Provinsi.

Terkait penugasan teresbut, Luhut mengatakan setiap tugas adalah sebuah tantangan yang harus diselesaikan secara komprehensif dan terintegrasi.

Begitu juga saat dirinya mendapat tugas dari Jokowi untuk mengawal penanganan kasus covid-19, ia langsung berkoordinasi dengan beberapa daerah. Hal itu disampaikan Luhut melalui akun instagramnya @luhut.pandjaitan.

“Saat mendapat tugas langsung dari Presiden Joko Widodo untuk fokus mengawal secara ketat perkembangan penanganan kasus COVID-19 di 8 Provinsi, saya langsung berkoordinasi bersama Pemprov DKI, Jabar, Jateng, dan Jatim lewat Rakor Lanjutan yang dilaksanakan hari ini dan akan diikuti empat Provinsi lainnya pada esok hari,” tulis Luhut.

Pesan yang disampaikan Presiden kepada Luhut adalah menurunkan jumlah kasus dalam waktu dua minggu.

Karenanya ia mengatakan langsung fokus melakukan dua hal untuk upaya menurunkan kasus covid-19.

“Untuk itu, saya akan fokus melakukan dua hal. Pertama, memaksimalkan peran TNI dan Polri dalam membantu Gubernur. Saya ingin keduanya bersinergi bersama Gubernur menentukan titik-titik rawan di masing-masing daerah untuk dilakukan penegakan disiplin protokol kesehatan,” Jelas Luhut.

Kedua, saya meminta kepada Pangdam dan Kapolda untuk mengecek akurasi setiap data di masing-masing kabupaten dan kota tentang variable jumlah kasus, jumlah angka kesembuhan, tingkat kematian. Karena setelah saya teliti, ada banyak kasus OTG yang masih berada di rumah sakit. Hal ini saya pikir menghambat kesembuhan pasien yang bergejala berat. Saya juga memandang pentingnya sinkronisasi data antara Kemenkes dan Dinas Kesehatan di beberapa daerah sehingga tidak ada manipulasi angka di lapangan,” Sambungnya.

Luhut ingin seluruh pimpinan daerah agar mengambil tindakan tegasa dan keras untuk mendisiplinkan penerapan protokol kesehatan, untuk mencegah bertambahnya jumlah kasus.

“Saya ingin seluruh pimpinan daerah tidak segan mengambil kebijakan dan tindakan yang tegas dan keras untuk mendisiplinkan penerapan protokol kesehatan, guna mencegah jumlah kasus yg terus bertambah. Untuk itu saya minta kepada masing-masing daerah agar mengkaji peraturan pembatasan sosial secara ketat, sehingga tidak ada kegiatan yang melibatkan keramaian dan melakukan pembubaran kerumunan pada jam waktu tertentu,” kata Luhut.

 

View this post on Instagram

 

Bagi saya, setiap tugas adalah sebuah tantangan yang harus diselesaikan secara komprehensif dan terintegrasi. Begitu pula saat mendapat tugas langsung dari Presiden Joko Widodo untuk fokus mengawal secara ketat perkembangan penanganan kasus COVID-19 di 8 Provinsi, saya langsung berkoordinasi bersama Pemprov DKI, Jabar, Jateng, dan Jatim lewat Rakor Lanjutan yang dilaksanakan hari ini dan akan diikuti empat Provinsi lainnya pada esok hari. Pesan yang disampaikan Presiden kepada kami adalah menurunkan jumlah kasus dalam waktu dua minggu. Untuk itu, saya akan fokus melakukan dua hal. Pertama, memaksimalkan peran TNI dan Polri dalam membantu Gubernur. Saya ingin keduanya bersinergi bersama Gubernur menentukan titik-titik rawan di masing-masing daerah untuk dilakukan penegakan disiplin protokol kesehatan. Kedua, saya meminta kepada Pangdam dan Kapolda untuk mengecek akurasi setiap data di masing-masing kabupaten dan kota tentang variable jumlah kasus, jumlah angka kesembuhan, tingkat kematian. Karena setelah saya teliti, ada banyak kasus OTG yang masih berada di rumah sakit. Hal ini saya pikir menghambat kesembuhan pasien yang bergejala berat. Saya juga memandang pentingnya sinkronisasi data antara Kemenkes dan Dinas Kesehatan di beberapa daerah sehingga tidak ada manipulasi angka di lapangan. Saya ingin seluruh pimpinan daerah tidak segan mengambil kebijakan dan tindakan yang tegas dan keras untuk mendisiplinkan penerapan protokol kesehatan, guna mencegah jumlah kasus yg terus bertambah.Untuk itu saya minta kepada masing-masing daerah agar mengkaji peraturan pembatasan sosial secara ketat, sehingga tidak ada kegiatan yang melibatkan keramaian dan melakukan pembubaran kerumunan pada jam waktu tertentu. Saya tak henti-hentinya mengingatkan seluruh masyarakat Indonesia untuk lebih disiplin dalam mencuci tangan, memakai masker, dan menjauhi kerumunan. Protokol kesehatan ini bukan lagi sebuah himbauan, melainkan sebuah kewajiban yang harus diterapkan selama beberapa bulan ke depan. Karena dengan mematuhi protokol kesehatan secara disiplin, bersatu untuk saling menjaga keselamatan satu sama lain, kita bisa membantu ibu pertiwi untuk pulih dari pandemi.

A post shared by Luhut Binsar Pandjaitan (@luhut.pandjaitan) on