Sindir Ridwan Kamil yang Surati Jokowi, Edy Rahmayadi: Lain RK, Lain Saya

Rapat bersama di Rumdin Gubsu terkait omnibus law. Foto: detikcom

Rancah.com – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengatakan bahwa dirinya tidak akan mengikuti langkah yang dilakukan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang menyurati Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk membatalkan Omnibus Law Cipta Kerja yang telah disahkan DPR beberapa waktu lalu.

Dilansir dari CNNIndonesia, Edy mengatakan dirinya beda dengan Ridwan Kamil.

“RK (Ridwan Kamil) berani ngomong begitu, salah apa benar perkara belakangan. Lain RK, lain saya,” kata Edy Rahmayadi menolak permintaan buruh dalam rapat bersama Forkompinda dan sejumlah perwakilan buruh di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Senin (12/10/2020).

Edy menjelaskan dari segi bahasa saja sudah berbeda. Jadi menurutnya soal seperti itu bukan ikut-ikutan tapi bagaimana seorang pemimpin melindungi rakyatnya.

“Karena ini Sumatera Utara bukan Jawa barat, Jawa Barat lain sama Sumut, bahasanya aja sudah beda. Jadi soal seperti ini bukan ikut-ikutan. Tapi bagaimana kita lindungi rakyat kita,” jelasnya.

Edy mengatakan alasannya tidak ikut mengirimkan surat ke Presiden Jokowi karena sampai saat ini ia belum mendapat secara resmi materi lengkap terkait Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja.

Draf Omnibus Law yang beredar di media sosial belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Apalagi Edy mengaku tak punya hak meminta Presiden membatalkan undang-undang itu.

Ia mengaku sudah dibuatkan surat, namun dirinya menyebut tidak memiliki kewenangan terkait hal itu.

“Seribu kali pun saya teken penundaan itu, kalo bapak (buruh) jadi Presiden bapak pun ketawa. Tak ada wewenang saya melakukan itu. Saya sudah dibikinkan suratnya ini, tapi tak ada wewenang Gubsu di sini. Nanti sakit hati kita,” kata Edy.

“Pada saat seluruh gubernur oke, saya tak oke. Karena itu keyakinan saya, kebenaran saya. Tapi pastikan nanti kalau ini benar (draf). Kalau sudah benar, saya menghadap ke presiden. Kalau saya pakai produk medsos itu, dijadikan referensi kan pusing kepala kita. Kalau nggak bisa diyakinkan itu benar, saya nggak mau,” ujarnya.

Edy nantinya akan membentuk tim pokja. Menurutnya hal ini bukan perkara takut atau tidak takut. Jangan kan pakai kirim surat, Edy mengatakan akan menghadap langsung ke Presiden.

“Saya akan buat Tim Pokja. Saya katakan ini bukan perkara takut dan tidak takut, perkaranya ini kita intelektual saat ini. Bapak-bapak juga harus mendengar pendapat saya. Jangan kan pakai surat, nanti saya langsung datang menghadap (Presiden),” ucapnya.

Edy tidak melarang masyarakat turun ke jalan. Namun ia tidak mau jika terjadi perusakan.

“Saya tak pernah menahan orang turun, yang saya tak mau kalau bapak (buruh) merusak. Turun saja rame rame turun, biar festival ini biasanya tak ada, jadi ada. Hanya bapak-bapak harus ingat sudah 12 ribuan kita (Sumut) ini Covid,” katanya.