Sudah Baca Draf UU Cipta Kerja, Hotman Paris Temukan Pasal yang Sangat Menguntungkan Buruh

Foto: akun instagram @hotmanparisofficial

Rancah.com – Pengacara terkenal Hotman Paris baru-baru ini mengungkap isi dari draf UU Cipta Kerja. Ia mengaku telah membaca isi dari draf UU tersebut, dan di dalamnya terdapat pasal yang menurutnya sangat menguntungkan para buruh dan pekerja.

Hal itu disampaikan Hotman melalui video yang diunggah di akun Instagram miliknya @hotmanparisofficial.

Dalam video itu nampak Hotman yang tak mengenakan baju tengah membaca draf UU Cipta Kerja.

Sambil memperlihatkan tumpukkan draf tersebut, Hotman mengatakan bagaimana draf itu memiliki dampak positif yang luar biasa bagi kaum pekerja dan buruh.

“Berita bagus untuk pekerja, berita bagus untuk para buruh,” kata Hotman.

Hotman menyoroti bagaimana sanksi tak membayar pesangon kini bisa dikategorikan sebagai tindak pidana.

“Di sini ada pasal yang menyebutkan apabila majikan tidak membayar uang pesangon sesuai ketentuan undang-undang ini, akan dianggap melakukan tindak pidana kejahatan,” ungkap pria yang suka mengoleksi berlian itu.

Hotman mengatakan, hukuman bagi para pengusaha yang tak membayar pesangon adalah penjara hingga maksimal empat tahun.

Melihat perubahan besar tersebut, Hotman meyakini UU Cipta Kerja akan menolong para buruh dan pekerja memeroleh hak mereka mendapat pesangon.

“Pasti majikan kalau di-LP, kalau dibuat laporan polisi ke kepolisian mengenai pesangon, bakal buru-buru membayar uang pesangon,” ucap Hotman.

“Ini merupakan suatu langkah yang sangat bagus, yang sangat menguntungkan para pekerja maupun para buruh,” lanjut Hotman.

Di akhir video, Hotman kembali menekankan bagaimana para buruh kini bisa melaporkan bos mereka ke polisi apabila tidak memenuhi kewajiban membayarkan pesangon.

“Selamat untuk para buruh dan pekerja,” tutup Hotman.

Sudah Baca Draf UU Cipta Kerja, Hotman Temukan Pasal yang Sangat Menguntungkan Buruh

Rancah.com – Pengacara terkenal Hotman Paris baru-baru ini mengungkap isi dari draf UU Cipta Kerja. Ia mengaku telah membaca isi dari draf UU tersebut, dan di dalamnya terdapat pasal yang menurutnya sangat menguntungkan para buruh dan pekerja.

Hal itu disampaikan Hotman melalui video yang diunggah di akun Instagram miliknya @hotmanparisofficial.

Dalam video itu nampak Hotman yang tak mengenakan baju tengah membaca draf UU Cipta Kerja.

Sambil memperlihatkan tumpukkan draf tersebut, Hotman mengatakan bagaimana draf itu memiliki dampak positif yang luar biasa bagi kaum pekerja dan buruh.

“Berita bagus untuk pekerja, berita bagus untuk para buruh,” kata Hotman.

Hotman menyoroti bagaimana sanksi tak membayar pesangon kini bisa dikategorikan sebagai tindak pidana.

“Di sini ada pasal yang menyebutkan apabila majikan tidak membayar uang pesangon sesuai ketentuan undang-undang ini, akan dianggap melakukan tindak pidana kejahatan,” ungkap pria yang suka mengoleksi berlian itu.

Hotman mengatakan, hukuman bagi para pengusaha yang tak membayar pesangon adalah penjara hingga maksimal empat tahun.

Melihat perubahan besar tersebut, Hotman meyakini UU Cipta Kerja akan menolong para buruh dan pekerja memeroleh hak mereka mendapat pesangon.

“Pasti majikan kalau di-LP, kalau dibuat laporan polisi ke kepolisian mengenai pesangon, bakal buru-buru membayar uang pesangon,” ucap Hotman.

“Ini merupakan suatu langkah yang sangat bagus, yang sangat menguntungkan para pekerja maupun para buruh,” lanjut Hotman.

Di akhir video, Hotman kembali menekankan bagaimana para buruh kini bisa melaporkan bos mereka ke polisi apabila tidak memenuhi kewajiban membayarkan pesangon.

“Selamat untuk para buruh dan pekerja,” tutup Hotman.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Dr. Hotman Paris SH MH (@hotmanparisofficial) on