Video Pernyataan Lengkap Pangdam Jaya soal Penurunan Baliho HRS Hingga Peringatkan Jangan Coba-coba Ganggu Persatuan dan Kesatuan di Jakarta

Foto: Tangkapan layar video channel YouTube KompasTV

Rancah.com – Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman membeberkan siapa yang memerintahkan orang berseragam loreng yang viral baru-baru ini, yang ikut menurunkan baliho bergambar Rizieq Shihab. Mayjen Dudung menyatakan bahwa penurunan baliho itu atas perintahnya.

Dalam pernyataanya, Mayjen Dudung mengatakan sebagai orang Islam ia prihatin kalau ada seorang Habib di peringatan Maulid Nabi bahasa-bahasa dan ucapannya kotor, ia mengaku prihatin dan  tidak terima sebagai orang muslim.

Berikut pernyataan Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman selengkapnya yang dikutip dari video channel YouTube KompasTV, Jumat (20/11/2020).

“Terimakasih hujatan-hujatan Habib Rizieq Shihab (HRS) kepada TNI maupun Polri. Kalau katanya, ini katanya nih Kalau katanya sebagai imam besar kalau dibilang sebagai Kyai atau sebagai Habib Karena hati atau Kyai itu selalu Hatinya baik pikirannya baik ucapan baik dan tindakannya juga baik.

Jadi kalau ucapannya tidak baik itu bukan Habib namanya itu ya bukan Kyai itu. Saya ini orang Islam juga seorang muslim, mengajarkan selalu Islam itu agama yang rahmatan lil alamin, agama yang mengajarkan tentang kasih sayang untuk seluruh alam semesta bukan hanya untuk manusia saja, untuk seluruh alam semesta.

Dan kemudian jangan asal bicara sembarangan jaga dari siksa api neraka, Allah sudah berfirman ‘Hai orang-orang yang beriman Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka’ ucapan dan tindakan itu harus baik, harus baik. Saya sebagai orang Islam itu prihatin kalau ada seorang Habib di peringatan Maulid Nabi bahasa-bahasa dan ucapannya itu kotor itu, Saya prihatin itu dan saya tidak terima sebagai orang muslim.

Kemudian yang kedua tadi ada pasukan TNI yang ada di Petamburan yaitu pasukan yang memang kegiatan rutin dari garnisun, kita kan garnisun saya sebagai panglima kogartap, jadi sebagai dankorgatap satu wilayah DKI itu terdiri dari darat laut udara kita harus melaksanakan patroli patroli untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Sekali lagi saya sampaikan jangan mengganggu persatuan dan kesatuan yang ada di wilayah Jakarta, saya panglimanya. Jangan coba-coba mengganggu persatuan dan kesatuan yang ada di Jakarta, kalau pun coba-coba mengganggu itu akan saya hajar nanti.

Ada berbaju loreng menurunkan baliho Habib Rizieq, itu perintah saya. Karena berapa kali Pol PP menurunkan dinaikkan lagi, perintah saya itu. Begini, kalau siapapun di Republik ini siapapun ini negara-negara hukum harus taat kepada hukum, kalau memasang baliho itu udah jelas ada aturannya, ada bayar pajaknya, tempatnya juga sudah ditentukan, jangan seenaknya sendiri, seakan-akan dirinya paling benar, nggak ada itu jangan coba-coba pokoknya jangan coba-coba. Kalau perlu FPI bubarkan aja itu.

Kalau coba-coba dengan TNI, mari. Sekarang kok mereka ini seperti yang ngatur suka sukanya sendiri, ingat saya katakan itu perintah saya dan ini akan saya bersihkan semua, akan saya bersihkan tidak ada itu baliho-baliho yang mengajak revolusi dan segala macam, saya peringatkan dan saya tidak akan segan-segan untuk menindak dengan keras yang coba-coba mengganggu persatuan dan kesatuan. Jangan merasa bahwa dia mewakili umat Islam, tidak semua, banyak Lebih banyak umat Islam yang baik yang berkata nya juga baik dan berucapnya juga baik dan bertingkah laku nya juga baik”.