Andi Arief: UU Karantina itu Untuk Hentikan dan Basmi Covid-19, Bukan Untuk Menghentikan Anies Baswedan dan Membasmi HRS

Andi Arief. Foto: Panjimas.com via Pinterpolitik

Rancah.com – Politikus Partai Demokrat, Andi Arief mengkritik pemerintah.

Andi Arief menyoroti berita yang ramai beberapa hari ini yang melibatkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab terkait masalah dugaan pelanggaran protokol kesehatan.

Melalui akun twitternya, Andi Arief mengatakan UU Karantina bertujuan untuk menghentikan dan membasmi Covid-19, bukan untuk menghentikan Anies Baswedan dan membasmi Habib Rizieq Shihab (HRS).

Ia mengaku tak menduga saat masa pandemi ini ada niatan pemerintah memanfaatkan momentum lain.

UU Karantina itu untuk menghentikan dan membasmi Covid 19. Bukan untuk menghentikan @aniesbaswedan dan membasmi HRS. Sungguh tak terduga bahkan tak terpikirkan di masa pandemi ada niatan sekunder pemerintah memanfaatkan untuk momentum lain,” tulis Andi Arief di Twitternya @andiarief_, Jumat (20/11/2020).

Dikutip dari Portalmalangraya, Baru-baru ini Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian angkat bicara terkait berbagai kasus pelanggaran Protokol Kesehatan yang terjadi di Indonesia.

Tito mewanti-wanti kepada seluruh Kepala Daerah, bahwa pelanggaran terhadap protokol kesehatan Covid-19 bisa menimbulkan ancaman pemberhentian.

Tito menjelaskan bahwa masalah protokol kesehatan sudah diatur dalam undang-undang melalui pasal 78 UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang kewajiban dan sanksi kepala daerah.

“Kalau (aturan) itu dilanggar, sanksinya di antaranya bisa diberhentikan, sesuai Pasal 78 ini. Nah ini saya sampaikan kepada seluruh Gubernur, Bupati, Wali Kota, untuk mengindahkan instruksi ini karena ada risikonya menurut UU,” Tegas Tito Rabu, 18 November 2020.