Ternyata Ini Lho Perbedaan Kasus Kerumunan Habib Rizieq Dengan Raffi Ahmad

Suasana di Markas FPI di kawasan Petamburan, Jakarta, Sabtu, 14 November 2020. Ratusan otang mulai berdatangan untuk mengikuti acara maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus pernikahan puteri Rizieq Shihab. CNN Indonesia/Bisma SeptalismaSanter terdengar tuntutan untuk memperlakukan dua kasus kerumunan yang dilakukan oleh dua sosok publik figur. Menanggapi hal itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat angkat suara ihwal perbedaan penanganan kasus kerumunan Rizieq Shihab dengan Raffi Ahmad.

Dilansir dari laman CNNIndonesia.com, Tubagus menyebut jumlah massa dalam kedua kasus itu berbeda. Dalam kasus Rizieq, massa yang hadir melimpah hingga menutup ruas Jalan KS Tubun, Jakarta Pusat.

Sedangkan pesta yang dihadiri oleh Raffi diikuti oleh 18 orang dan digelar di sebuah rumah.

“Ya beda, kan yang satu kerumunan banget, yang satu di rumah. Dari jumlah masa aja sudah beda. Jangan dibandingkan enggak equal-lah itu,” tutur Tubagus saat dihubungi, Selasa (19/1).

Atas dasar perbedaan jumlah kerumunan massa yang ditimbulkan itu, Tubagus menyampaikan bahwa kedua kasus tak bisa disamakan.

Polda Metro Jaya menyebut jumlah massa dalam kasus kerumunan Rizieq Shihab dan Raffi Ahmad berbeda. Karena itu polisi minta tak membandingkan kedua kasus itu.

“Rangkaian segitu banyaknya orang dan ini berapa belas orang, masa sih harus disamakan,” ucap Tubagus.

Suasana di Markas FPI di kawasan Petamburan, Jakarta, Sabtu, 14 November 2020. Ratusan otang mulai berdatangan untuk mengikuti acara maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus pernikahan puteri Rizieq Shihab. CNN Indonesia/Bisma SeptalismaRatusan orang berjejalan saat mengikuti acara maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus pernikahan puteri Rizieq Shihab. 

Polda Metro Jaya menyebut jumlah massa dalam kasus kerumunan Rizieq Shihab dan Raffi Ahmad berbeda. Karena itu polisi minta tak membandingkan kedua kasus itu.Raffi Ahmad menghadiri acara pesta di rumah Ricardo Gelael di kawasan Prapanca, Jakarta Selatan, pada Rabu (13/1). Ia diduga telah melakukan pelanggaran protokol kesehatan.

Acara itu diketahui turut dihadiri oleh Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahja purnama alias Ahok dan sejumlah selebritas lainnya.

Kepolisian sendiri tengah mengusut apakah ada pelanggaran protokol kesehatan dalam acara pesta tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyatakan bahwa acara itu hanya dihadiri oleh 18 orang. Selain itu, acara juga digelar tanpa undangan.

“Mereka itu orang-orang terdekat datang sendiri. Kayak kitalah mau ultah di-surprise-in lah,” Yusri saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (18/1).

Yusri menyebut penyidik telah meminta keterangan dari sejumlah pihak, termasuk pemilik rumah. Yusri mengklaim acara tersebut telah mematuhi protokol kesehatan penanganan Covid-19 dengan ketat. Salah satunya dengan melakukan swab antigen bagi setiap tamu yang hadir ke rumah itu.

Tak hanya itu, Yusri juga menyatakan bahwa tak ditemukan unsur pelanggaran Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dalam acara tersebut.

“Unsur pasal 93 tidak ada, karena memang hanya 18 orang di situ. Masuk dengan protokol kesehatan ada, kami sudah periksa semua,” tuturnya.

Kendati demikian, kata Yusri, penyidik akan melakukan gelar perkara untuk menentukan kelanjutan dari penanganan perkara tersebut. “Iya [proses hukum masih berjalan] nanti kami akan gelarkan,” ucapnya.

Jadi sudah jelas ya perbedaannya?