Viral Video Warga Desa di Tuban Ramai-ramai Borong Ratusan Mobil

Tangkapan layar video

Rancah.com – Viral video warga satu desa di Tuban beramai-ramai memborong mobil baru usai menerima uang ganti rugi lahan untuk kilang minyak. Aksi beramai-ramai memborong mobil baru itu terjadi di Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Tuban.

Video tersebut diunggah salah satu akun instagram @ndorobeii.

“Warga ramai-ramai membeli mobil baru usai terima uang ganti rugi lahan kilang minyak Desa Sumurgeneng, Kec Jenu, Kab Tuban, Jawa Timur,” tulis akun instagram itu dalam kolom keterangan video.

Terkait viralnya vidoe ini, Kades Sumurgeneng, Gihanto membenarkan, warga membeli mobil baru setelah mendapat banyak uang hasil penjualan lahan untuk kilang minyak.

Menurutnya, rata-rata warga mendapatkan Rp 8 miliar. Lalu ada warga dengan kepemilikan lahan 4 hektare yang menerima Rp 26 miliar.

“Ada juga warga Surabaya yang memiliki lahan di sini mendapat Rp 28 miliar,” kata Gihanto dikutip dari detiknews, Selasa (16/2/2021).

“Pertamina menghargai tanah Rp 600 ribu sampai 800 ribu per meter. Jauh lebih tinggi dari harga tanah pada umumnya di sini,” imbuhnya.

Di Desa Sumurgeneng ada 840 KK. Sedangkan yang lahannya dijual karena masuk penetapan lokasi (penlok) untuk kilang minyak ada 225 KK.

“Ya memang kondisinya begitu, dapat uang lalu beli mobil. Ada juga yang dibelikan tanah lagi maupun bangun rumah juga,” katanya.

Dikutip dari Kompas, Gihanto mengatakan ada juga warga yang membeli mobil 17 unit secara bersamaan.

“Iya benar, itu kemarin membeli 17 unit mobil dari Surabaya secara bersamaan lalu dikirim pakai truk towing terus dikawal sama mobil patwal juga,” ujar Gihanto, Selasa (16/2/2021).

Sejumlah mobil yang dibeli, kata Gihanto, di antaranya yakni Toyota Innova, Rush, Yaris, Xpander, hingga Pajero.

Total 180-an mobil Gihanto menambahkan, tercatat ada 180-an mobil baru yang dibeli warga sejak mereka menerima uang ganti rugi lahan kilang minyak hingga sampai saat ini.

Satu warga, imbuhnya, ada yang membeli 2 hingga 4 mobil dengan menggunakan uang tersebut.

“Ini depan rumah saya ini punya empat mobil, tapi rata-rata ya dua mobil. Kalau totalnya ya 180-an, itu belum yang mobil bekas,” papar Gihanto.