TEGAS! Kalau Karhutla Tak Tertangani, Jokowi: Aturan Mainnya Tetap Sama, Yaitu Dicopot, Yaitu Diganti, Jelas?

Tangkapan layar video akun YouTube Sekretariat Presiden

Rancah.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, sejak tahun 2015 pemerintah secara rutin menggelar pertemuan membahas pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Rapat tersebut bertujuan untuk mengingatkan seluruh pejabat di daerah agar mengantisipasi kebakaran hutan.

“Setiap tahun sejak 2015 kita rutin melakukan pertemuan seperti ini, Tujuannya apa? Untuk mengingatkan baik kepada gubernur, bupati/wali kota, pangdam, danrem, dandim, kapolda, kapolres. Terutama jika ada pejabat-pejabat yang baru yang berada di daerah-daerah yang rawan bencana kebakaran,” kata Jokowi di Istana Negara yang diunggah di akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin (22/2/2021).

Pada kesempatan itu Jokowi menegaskan bahwa aturan main dalam penanganan karhutla masih sama. Jokowi mengatakan, sejak 2016 ada kesepakatan bagi pangdam, kapolda, kapolres, danrem dan dandim.

“Untuk mengingatkan agar tidak lupa pada aturan main yang sudah kita sepakati di 2016, 2016 kita punya kesepakatan. Kesepakatan nya adalah bagi Pangdam dan Kapolda, Kapolres, Danrem dan Dandim yang baru agar tahu dan aturan mainnya masih tetap sama,” kata Jokowi.

“Kalau di wilayah saudara-saudara ada kebakaran dan membesar dan tidak tertangani dengan baik, aturan mainnya tetap sama, belum saya ganti. Saya kira masih ingat semuanya, kalau yang ikut rutin setiap tahun pertemuan seperti ini dengan saya pasti semuanya masih ingat, yaitu dicopot, yaitu diganti, jelas?,” Tegas Jokowi.

Meskipun saat ini banyak wilayah yang tengah mengalami bencana banjir dan tanah longsor, Jokowi meminta agar antisipasi karhutla tidak boleh kendor.

“Saya ingin mengingatkan kita semuanya meskipun saat ini kita tengah menghadapi bencana banjir di beberapa daerah dan tanah longsor, namun kewaspadaan kita terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan tidak boleh kendor,” ujarnya.

“Kita harapkan sebuah rencana pencegahan yang matang yang detil, Sinergi semakin kuat dan eksekusi lapangan yang semakin efektif. karena berdasarkan laporan BMKG tahun 2021 sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan masih mendapatkan hujan menengah tinggi hingga bulan April La nina masih akan bertahan hingga semester 1 ini, bulan Mei diperkirakan akan menjadi fase transisi dari musim hujan ke musim kemarau,” kata Jokowi.