Soal Dugaan Suap Ditjen Pajak, Sri Mulyani: Apabila Terbukti, Ini Merupakan Suatu Pengkhianatan

Sri Mulyani. ©Instagram Sri Mulyani via Merdeka

Rancah.com – KPK saat ini tengah menyelidiki kasus dugaan suap di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Ditjen Pajak Kemenkeu). Dugaan suap itu melibatkan pegawai di Ditjen Pajak.

Menteri Keuangan Sri Mulyani pun kecewa dengan adanya kasus dugaan suap ini, padahal saat ini semua jajaran pegawai Kemenkeu sedang berupaya mengumpulkan penerimaan negara, untuk mendukung masyarakat dan dunia usaha agar pulih dari dampak ekonomi pandemi.

“Apabila dugaan tersebut terbukti, ini merupakan suatu pengkhianatan bagi upaya seluruh jajaran ditjen pajak dan Kemenkeu yang tengah terus berfokus untuk melakukan pengumpulan penerimaan negara, ” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual, dikutip dari Kompas.tv, Rabu (03/03/2021).

Sri Mulyani mengatakan penyelidikan yang dilakukan KPK bekerja sama dengan Unit Kepatuhan Internal Kemenkeu, berawal dari laporan masyarakat pada awal 2020 lalu.

Sementara pegawai Ditjen Pajak yang diduga terlibat, saat ini sudah dibebastugaskan dan mengundurkan diri sebagai Aparatur Sipil Negara.

“Kemenkeu tidak menoleransi tindakan koruptif dan pelanggaran kode etik di Kemenkeu yang dilakukan siapapun. Kemenkeu juga menghormati proses hukum dan mendukung KPK untuk dapat menuntaskan dugaan suap itu, dengan tetap memegang azas praduga tak bersalah, ” terang Sri Mulyani.

Dirjen Pajak kini juga tengah meneliti wajib pajak (WP) yang diduga terkait kasus suap. Jika terdapat bukti kekurangan pembayaran pajak, akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Sri Mulyani meminta kepada semua WP, kuasa hukum WP, dan konsultan pajak, agar ikut menjaga integritas pegawai pajak. “Jangan menjanjikan, memberikan hadiah atau imbalan, dan sogokan kepada pegawai Kemenkeu. Karena tindakan itu tidak hanya merusak individu, tapi juga merusak pondasi negara kita, ” tegas Sri Mulyani.

Jika masyarakat melihat ada pelanggaran, bisa melaporkannya lewat surat elektronik dengan alamat [email protected] atau bisa juga mengubungi saluran Kring Pajak 1500200.