Diduga Korupsi Dana Bantuan Covid-19 untuk Judi dan Foya-foya, Kades Ini Terancam Hukuman Mati

Foto : Ilustrasi/Net

Rancah.com – Seorang kepala desa bernama Askari (43) di Desa Sukowarna, Kecamatan Sukakarya, Musirawas, Sumatera Selatan, diduga terlibat kasus korupsi dana bantuan Covid-19.

Mirisnya, dana bantuan tersebut seharusnya dibagikan ke warga yang terdampak pandemi Covid-19 malah justru digunakannya untuk berjudi dan foya-foya.

Pada sidang perdana, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Lubuk Linggau Sumar Heti menjerat pelaku dengan pasal berlapis, yakni Pasal 2 ayat 2 juncto Pasal 18 ayat 3, subsider Pasal 3 juncto Pasal 18 dan Pasal 8 tentang Korupsi.

Dengan pasal yang disangkakan tersebut, maka terdakwa terancam hukuman mati.

“Dalam Pasal 2 itu hukuman maksimal adalah hukuman mati, nanti akan dilihat dalam fakta persidangan yang mana akan dikenakan kepada terdakwa oleh hakim,” katanya, Selasa (2/3/2021) dikutip dari Kompas.com.

Dijelaskan Sumar Heti, total dana bantuan Covid-19 yang diduga dikorupsi oleh terdakwa diketahui sebesar Rp 187,2 juta.

Modus yang dilakukan terdakwa yakni dengan cara mengambil seluruh dana bantuan untuk 156 warga di desanya yang terdampak pandemi selama tiga bulan.

Askari mengambil dana bantuan dari pemerintah tersebut melalui rekening Bank Sumsel Babel. Namun, dana tersebut ternyata oleh terdakwa hanya diberikan kepada warganya untuk alokasi satu bulan.

Sementara alokasi dana bantuan untuk bulan yang kedua dan ketiga digunakan untuk foya-foya dan berjudi.

“Uang itu hanya dibagikan satu kali oleh terdakwa. Satu orang sebesar Rp 600.000. Sisanya digunakan terdakwa untuk kepentingan pribadi, seperti membayar utang dan bermain judi,” jelasnya.