Pengakuan Suami yang Tega Jual Istri di Kediri

Jumpa pers Polres Kediri. Foto: Andhika Dwi/detikcom

Rancah.com – Kasus suami yang tega jual istri di Kediri kini masih dalam penanganan pihak kepolisian. Pelaku yakni AH (42), warga Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk.

AH digerebek bersama istrinya, MR (41) dan seorang lelaki hidung belang, RE, di sebuah hotel di Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri pada Kamis (1/4).

Ia sudah menjual istrinya 5 kali selama pandemi Covid-19. AH nekat menjual pasangan hidup untuk memenuhi kebutuhan ekonomi setelah dirinya berhenti kerja.

AH awalnya memaksa sang istri untuk melayani lelaki hidung belang. Ia berdalih demi memenuhi kebutuhan ekonomi sehingga istrinya mau.

“Pelaku ini mengaku sudah tidak bekerja sebagai sopir. Akhirnya tidak punya uang. Ia mengambil jalan pintas menjual istri sahnya dengan cara memaksanya melayani pria hidung belang untuk mendapatkan nafkah,” ucap Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono, dilansir dari detiknews, Rabu (7/4/2021).

Kasat Reskrim Polres Kediri Iptu Rizkika Putra Atmadha juga menambahkan, AH menawarkan istrinya melalui akun media sosial Facebook.

“Dari situ ia mendapatkan orderan dengan tarif Rp 1 juta,” kata Rizkika.

Saat istrinya melayani lelaki hidung belang, AH mengaku kerap berada di kamar hotel yang sama.

Ia kerap melihat persetubuhan itu hingga diakhiri dengan ma*****asi. Hal itu terungkap saat anggota PPA Polres Kediri memeriksa AH.

“AH ini setiap kali istrinya melayani pria hidung belang dalam kamar hotel, ia menemani dan menyaksikan istrinya berh*****an i**im dengan pria lain. Kadang ia melakukan ma*****asi, atau terkadang ia menunggu dalam kamar mandi sambil merokok,” kata Rizkika.

Perilaku tak lazim suami jual istri menjadi bahan kajian Satuan Reskrim Polres Kediri dalam penyidikan. Polisi berencana mendatangkan ahli kejiwaan untuk memeriksa tersangka.

“Suami menjual istrinya. Dan istrinya ini juga mau meskipun awalnya dipaksa. Dan sudah 5 kali transaksi. Nanti dari ahli yang bisa mengetahui, meski alasannya ekonomi,” ujar Rizkika.

Pelaku AH terkena Pasal 296 dan 506 KUHP. Dengan ancaman hukuman penjara satu tahun empat bulan.