Munarman: Bebaskan HRS Pakai Ilmu Hukum, Bukan Ledakan SPBU

Munarman (Dok. detikcom)

Rancah.com – Pengacara Rizieq Shihab, Munarman, menanggapi pernyataan Bambang Setiono alias BS, 43 tahun, salah satu terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror Polri di Bekasi, Jawa Barat, yang ingin meledakkan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau SPBU agar Rizieq Shihab dapat dibebaskan.

Menanggapi hal itu, Munarman mengatakan bahwa untuk membebaskan Rizieq Shihab bukan dengan cara meledakkan SPBU.

“Mau membebaskan HRS pakai meledakkan SPBU? Goblok menurut saya,” kata Munarman dikutip dari Tempo, Rabu (7/4/2021).

Menurut Munarman, jika akan membebaskan Rizieq harus menggunakan pengacara.

“Pakai ilmu hukum, bersidang di pengadilan, bukan dengan meledakkan SPBU.” sambungnya.

Menurut Munarman, ada kemungkinan Bambang Setiono memang sengaja disusupkan ke FPI yang didirikan Rizieq Shihab. Tujuannya, agar masyarakat membenarkan label teroris kepada FPI.

Munarman mengatakan tindakan pengeboman dan teror lainnya tidak dibenarkan dalam FPI.

“Dugaannya dia didorong-dorong oleh agen inflitrasi yang mau menyeret nama FPI dengan tujuan supaya FPI jadi organisasi teroris?” katanya.

Dalam video pengakuan Bambang Setiono yang viral, Bambang mengakui menjadi simpatisan FPI sejak Desember 2020. Dalam video berdurasi 1 menit 58 detik itu Bambang merencanakan penyerangan sebuah SPBU menggunakan bom molotov berbahan black powder yang diperoleh dari rekannya bernama Zulaimi Agus.

“Aksi penyerangan kepada SPBU dengan bom molotov untuk menuntut bebas Habib Rizieq Shihab,” kata Bambang.

Bambang menjelaskan pembuatan bahan peledak oleh Zulaimi Agus berdasarkan perintah Husein Hasny alias HH. Husein merupakan terduga teroris yang diciduk petugas di kawasan Condet, Jakarta Timur.

Selain mengebom SPBU, Bambang yang mengaku pendukung Rizieq itu, juga merencanakan melempar bom terhadap etnis Tionghoa. Penyerangan akan dilakukan menggunakan ketapel dan peluru gotri.