Geram Dilarang Pakai Atribut Partai Demokrat, Max Sopacua: Emang Partai Bapak Moyang Kamu yang Punya

Max Sopacua. Foto: Tangkapan layar video akun YouTube KompasTV

Rancah.com – Penggagas Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat Max Sopacua marah. Ia merasa harus naik pitam karena dilarang menggunakan atribut Partai Demokrat.

Max pun meminta Kepala Badan Komunikasi Srategis Partai Demokrat kubu AHY, Herzaky Mahendra Putra agar jangan asal bicara.

Ia menyebut Herzaky masih anak kemarin sore baru masuk ke partai demokrat sudah mau mengatur-atur.

“Jangan main-main Herzaky, anak kemarin sore baru masuk Demokrat saja sudah belagu mau ngatur-ngatur. Jangan berbicara seolah-olah orang lama di Demokrat,” ucap Max Sopacua dalam pernyataannya dikutip dari Kompas.TV, Rabu (7/4/2021).

“Kami nggak boleh pakai artribut Partai Demokrat? Emangnya bapak moyang kamu yang punya Partai Demokrat, kok melarang-larang?,” sambung Max.

Herzaky, kata Max, bukan orang yang mengetahui sejarah Partai Demokrat dan apa yang disampaikan adalah sikap sok tahu.

Ia menilai pernyataan yang diungkapkan Herzaky tidak lebih untuk membodohi publik soal situasi Partai Demokrat.

“Dia itu masuk Partai Demokrat dari Kogasma yang dipimpin AHY, dia itu nggak tau apa-apa soal Partai Demokrat, jadi jangan sok tahu,” kata Max Sopacua.

karenanya, Max mengatakan, pihaknya tidak akan diam dengan kebohongan besar yang dilakukan oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) soal pendiri Partai Demokrat.

Max menegaskan, pihaknya akan menempuh jalur hukum untuk menyikapi kebohongan yang dilakukan SBY.

“SBY telah melakukan kebohongan dunia-akhirat, SBY telah melakukan kebohongan dunia-akhirat untuk menguasai Demokrat, kami tidak akan diam, pidana itu, itu kan makar, pembohongan publik,” ujarnya.

SBY, lanjut Max, jelas-jelas tidak ada di dalam nama 99 pendiri Partai Demokrat. Ia mengaku heran SBY masih saja bertahan berbohong sejak 2003 dengan memanipulasi sejarah Partai Demokrat.

“Ini kebohongan terus dihalalkan oleh SBY, mau jadi apa kalau kebohongan dihalalkan,” katanya.